Begini Cara Mengklasifikasikan Para Atlet di Ajang Paralimpiade

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pesepeda Keely Shaw, meraih perunggu dalam sesi individu C4 3.000 meter. Kemudian, Aurélie Rivard, perenang, meraih medali yang sama di gaya bebas 50m S10.

Mungkin mudah dipahami arti memenangkan medali dan peringkatnya, namun apa arti dari setiap huruf/angka di setiap awal nama lomba?

Dilansir dari CBC, itu menunjukkan klasifikasi. Seperti yang diketahui, paralimpiade diikuti oleh penyandang disabilitas dan mereka dikelompokkan berdasarkan 10 disabilitas, yaitu delapan disabilitas fisik, satu visual, dan satu intelektual.

Syarat untuk ikut bertanding

Adapun kesepuluh disabilitas yang memenuhi syarat untuk ikut bertanding di paralimpiade kali ini adalah sebagai berikut:

1. Gangguan daya otot

2. Gangguan rentang gerak pasif

3. Kekurangan anggota badan

4. Perbedaan panjang kaki

5. Perawakan pendek

6. Hipertonia (peningkatan ketegangan otot)

7. Ataksia (gerakan tidak terkoordinasi karena kerusakan sistem saraf pusat)

8. Athetosis (gerakan involunter lambat terus menerus)

9. Gangguan penglihatan

10. Gangguan intelektual

Dalam olahraga seperti renang dan atletik, ada kategori yang tersedia untuk semua 10 bentuk disabilitas. Namun olahraga lain seperti goalball hanya tersedia untuk tunanetra.

Untuk olahraga yang hanya diikuti peserta dengan gangguan penglihatan mungkin paling mudah dipahami karena semua atlet ditutup matanya, membuat pertandingan berlangsung setara, juga menghilangkan kebutuhan untuk mengklasifikasi peserta.

Namun untuk perenang, mereka diatur dalam kategori yang berbeda tergantung pada tingkat keparahan disabilitas mereka.

Misalnya kategori S10 adalah untuk mereka yang memiliki gangguan fisik minimal. Contohnya yang termasuk dalam golongan ini yaitu orang Kanada berusia 25 tahun yang terlahir dengan tangan kiri yang kurang berkembang.

Kemudian klasifikasi C4 dapat mencakup atlet dengan amputasi di bawah lutut dan prostesis pada satu kaki. Contohnya yaitu Keely Shaw yang memiliki disabilitas pada sisi kiri tubuhnya.

Disabilitas ringan

Secara umum, angka yang lebih tinggi menunjukkan disabilitas yang lebih ringan. Kategori S1 dalam renang sebagian besar mencakup atlet yang menggunakan kursi roda dan/atau mengalami kehilangan kontrol otot yang signifikan di lengan, kaki, dan tangan mereka. Demikian juga, C1 pesepeda disediakan untuk mereka yang memiliki disabilitas fisik paling parah.

Setiap olahraga juga memiliki kriteria penurunan minimumnya sendiri, yang oleh federasi internasional tentukan berdasarkan kasus per kasus apakah atlet memenuhi syarat untuk bersaing. Sehingga terserah pada evaluator juga untuk mengklasifikasikan atlet yang memenuhi syarat.

Serta karena olahraga yang berbeda memerlukan keterampilan yang berbeda, kelayakan dan klasifikasi dapat bervariasi untuk mereka yang memiliki disabilitas serupa.

Jadi, misalnya, Rivard yang memenangkan medali perunggu di gaya bebas 50m, artinya ia juga menang di kategori S10.

Pertandingannya juga dilakukan di tingkat S4, S6, S8, S11 dan S13 (S11 hingga S13 mewakili peserta dengan gangguan penglihatan, sedang S14 merupakan kategori untuk gangguan intelektual). Klasifikasinya juga bisa dipecah berdasarkan disiplin bidang olahraga: S menunjukkan gaya bebas, gaya kupu-kupu dan gaya punggung; SB adalah gaya dada; dan SM mewakili gaya ganti individu. Olahraga lain juga mengikuti metode klasifikasi serupa.

Infografis Saptoyoga Purnomo Rebut Medali Perunggu Paralimpiade Tokyo 2020

Infografis Saptoyoga Purnomo Rebut Medali Perunggu Paralimpiade Tokyo 2020 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Saptoyoga Purnomo Rebut Medali Perunggu Paralimpiade Tokyo 2020 (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel