Begini Cara Mudah Cegah Belt CVT Skuter Matik Putus Mendadak

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu keunggulan skuter matik dibandingkan motor jenis lainnya, yakni sistem transmisinya sudah otomatis. Jadi, pengendara tidak perlu lagi memindahkan gigi secara manual.

Pada motor matik, penggerak roda belakang dinamakan Continuous Variable Transmission atau biasa disingkat CVT. Banyak komponen yang saling terhubung, seperti roller, kampas kopling ganda, mangkok kopling sampai CVT belt.

Komponen yang disebut terakhir itu sangat penting, karena fungsinya sama seperti rantai pada motor bebek atau sport. Sifatnya juga sama, yakni bisa sewaktu-waktu putus tanpa disadari. Jika itu terjadi, otomatis roda tidak bisa berputar meski tuas gas dibuka penuh.

Penyebab utama putusnya belt adalah karena usia pemakaian. Banyak pemilik motor matik tidak memperhatikan komponen ini, karena posisinya tertutup. Padahal, biaya yang dikeluarkan tidak seberapa ketimbang risiko yang mungkin terjadi.

Menurut Kepala Mekanik Planet Ban Cabang Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta, Arie Saputra, melakukan perawatan motor matik di Planet Ban cukup dengan biaya Rp39 ribu. Jumlah itu sudah termasuk pembersihan dan perawatan komponen CVT, termasuk CVT belt.

Belt akan diperiksa kondisinya. Jika secara fisik belum menunjukkan gejala getas atau pecah-pecah, belt akan disemprotkan cairan belt conditioner supaya kembali lentur. Ini untuk mencegah belt putus mendadak di jalan,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Selasa 27 Oktober 2020.

Selain memeriksa kondisi CVT dan belt, biaya Rp39 ribu tadi sudah termasuk biaya membersihkan throttle body atau komponen pengganti karburator di motor injeksi sekarang.

“Selain itu, pengendara motor harian juga akan dapat fasilitas pengecekan dan pemeriksaan komponen motor lainnya seperti ban, rem, radiator, aki, filter udara, busi, ECU dan rantai,” tuturnya.

Baca juga: Motor Legendaris Suzuki Muncul Versi Barunya