Begini Cara Pelaku Obstruction of Justice Hilangkan Jejak Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Komnas HAM mengumumkan hasil penyelidikan yang dilakukan terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Salah satu temuan Komnas HAM, sejumlah barang bukti dihilangkan oleh para pelaku obstruction of justice untuk mengaburkan fakta tewasnya Brigadir J.

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam menerangkan, salah satu barang bukti yang dihilangkan adalah ponsel.

"Adanya upaya penghilangan barbuk handphone oleh kepolisian, jadi handphone diganti dihilangkan," ujar dia di Gedung Komnas HAM, Kamis (1/9).

Chat Grup WA Dihapus

Kemudian, percakapan di sebuah grup WhatsApp juga dihapus. Namun, Anam tak merinci grup WhatsApp yang dimaksud. Anam hanya menyampaikan, ada beberapa komunikasi terputus. Terakhir, pada 10 Juli 2022.

"10 Juli 2022 malam, atau 11 Juli 2022 dini hari itu baru muncul. Sementara 10 Juli ke bawah itu gak terekam jejak digital karena dihapus," ujar dia.

Kemudian beberapa foto TKP dihilangkan. Beruntung Komnas HAM bisa menemukan foto pada 8 Juli 2022 di recycle bin atau tempat sampah.

"Di mekanisme tersebut, jadi sudah dihapus. Kita tahu bagaimana foto di saat setelah peristiwa, di tanggal yang sama kurang dari satu jam," ujar dia.

Rusak dan Hilangkan CCTV

Upaya coba menghilangkan jejak juga dilakukan dengan merusak, mengambil dan menghilangkan CCTV dan atau decoder di TKP atau sekitarnya yang membuat peristiwa tidak utuh setelah kejadian.

"Jadi decoder atau CCTV dan sebagainya itu juga dihilangkan. Kalau ini mau terbuka mau membuat terang peristiwa harus semua video yang ada dikonstruksikan sesuai konstruksi peristiwa, tapi ini dipilih dengan tidak sesuai apa yang terjadi," ujar dia.

Temuan terakhir, Anam menerangkan ada perintah untuk membersihkan lokasi kejadian.

"Ini juga ada misalnya darah bersihkan ini dibersihkan dan dikonsolidasikan," ujar dia. [lia]