Begini Cara Realme Sukses Lawan Samsung, Apple dan Xiaomi

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 3 menit

VIVA – Data terbaru Counterpoint Research pada kuartal III 2020 menyebutkan Huawei, Apple, Oppo, Vivo, dan LG mengalami penurunan pengiriman smartphone secara tahunan atau year on year (yoy), di mana sebagian besar dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan, sehingga berimbas kepada melambatnya ekonomi global.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Realme. Produsen smartphone dan AIoT asal China yang baru berusia 2 tahun itu mampu melawan tren pasar global dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 45 persen yoy dan 132 persen secara qoq (quartal-on-quartal).

Baca: Realme Jual 6 Juta Unit Ponsel dalam Satu Pekan

Dalam periode tersebut, Realme secara kumulatif berhasil mengirimkan lebih dari 50 juta smartphone pada akhir kuartal ketiga tahun ini sejak peluncuran perdananya pada 2018. Dengan begitu, Realme mampu melampaui merek smartphone terkemuka yang lebih dahulu hadir, seperti Samsung, Apple, Huawei, dan Xiaomi.

Pendiri Realme Global, Sky Li, menjanjikan penggunanya untuk mendapatkan produk dengan trendsetting technology dan trendsetting design. Ia pun bersedia membuka rahasia mengenai kesuksesan Realme hingga sekarang.

"Kami dikenal sebagai merek yang selalu agresif meluncurkan produk baru. Kami juga berhasil memikat pasar smartphone di seluruh dunia dengan inovasi teknologi berkualitas tinggi dan diferensiasi segmen di setiap produknya," kata dia, dalam keterangannya, Minggu, 22 November 2020.

Menurutnya, komunikasi dan kreativitas dalam meluncurkan berbagai produk teknologi, menjadikannya sebagai salah satu merek favoritnya anak muda di seluruh dunia. Li mengaku sejak resmi didirikan pada Agustus 2018, Realme sudah fokus untuk menargetkan pasar anak muda yang penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Awalnya, Li melihat ada banyak merek smartphone di pasaran, namun, para anak muda masih kesulitan untuk mendapatkan smartphone yang diinginkan serta unggul di segala aspek.

Pikiran itu mengantarkan rasa ingin tahu Sky Li dan melanjutkan perjalanannya ke seluruh pasar untuk mencari smartphone yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Namun, perjalanannya harus terhenti karena apa yang dicari tidak ditemukan saat itu.

Kejenuhan dan keputusasaan datang menghampirinya. Tapi hal itu justru yang mendorong Li untuk membuat terobosan baru. Ia ingin menciptakan sebuah merek smartphone dengan kinerja lompatan ke depan tapi harganya terjangkau untuk anak muda.

"Saya waktu itu membentuk tim yang jumlahnya hanya 10 orang," ungkapnya. Pada Mei 2018, Realme 1 rilis di India. Sambutannya, kata Li, luar biasa karena performa dan desainnya yang disukai pengguna di sana.

Selanjutnya, Realme 2 diluncurkan tiga bulan kemudian. Sambutan hangat pun diterima Realme dari para pengguna smartphone di India kala itu. Pada Oktober 2018, Realme memulai eksplorasi pertamanya ke pasar Asia Tenggara.

Hanya bermodal tim 8 orang, Sky Li berani mengembangkan sayap bisnisnya ke-8 negara, termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Realme juga menggelar festival belanja online 11.11 pertamanya pada 10 November 2018.

Alhasil, Realme didapuk sebagai merek nomor satu berdasarkan volume penjualan online di Indonesia, Filipina, dan Malaysia, serta merek smartphone terlaris di e-commerce Lazada.

Lalu, menggandeng Co-designer of Hermes, Jose Levy, Realme berhasil menjadi merek yang mampu menghadirkan trendsetting design pada produk audio miliknya, yaitu Realme Buds. Tak hanya trendsetting design, Realme juga telah menghadirkan sederet trendsetting technology pada rangkaian produk miliknya.

Baca juga: Realme Bakal Hadirkan Ponsel Mungil kayak iPhone 12 Mini

Realme X3 SuperZoom misalnya, yang mendapat predikat sebagai the world’s first Starry Mode yang memungkinkan pengguna menangkap keindahan bintang di langit malam melalui smartphone. Realme juga menjadi merek pertama yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 865 dan 765G, MediaTek Helio G85 dan G95.

Realme juga telah meluncurkan teknologi pengisian daya cepat paling mutakhir dan bertahap. Mulai dari 20W, 30W dan 65W, yang sebagian besar telah disematkan dalam produk smartphone.

Tak sampai di situ. Realme juga menjadi popularizer 5G dan AIoT. Masih segar dalam ingatan bahwa beberapa bulan lalu Realme berhasil memperkenalkan smartphone 5G pertama miliknya, Realme X50 Pro, dan rangkaian produk AIoT di berbagai bidang. Mulai dari smart wearable, smart audio, hingga smart TV.

"Kami sudah menyiapkan tren teknologi terbaru untuk anak muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia tahun 2021. Jadi, tunggu saja kejutan selanjutnya," tutur Sky Li.