Begini Cara Sukotjo Bambang Menyuap Polisi

TEMPO.CO , Jakarta:  Sukotjo S. Bambang, terpidana kasus penipuan dalam proyek pengadaan simulator ujian surat izin mengemudi (SIM), mengungkapkan berbagai trik yang harus dia lakukan ketika membagikan uang suap untuk anggota kepolisian.

Lewat pengacaranya, Erick Samuel Paat, Bambang mengatakan dirinya harus selalu menyiapkan buah tangan berupa kue brownies dan molen Bandung untuk anggota kepolisian yang bertandang ke kantornya di Jalan Gempol Sari, Bandung.

»Di dalam kotak oleh-oleh itu selalu diselipin amplop yang berisi uang. Nilainya bervariasi, tergantung pangkatnya,” kata Erick, menirukan pernyataan Bambang Kamis 2 Agustus 2012. Nilai uangnya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 15 juta. »Kalau untuk AKBP dan Kombes, dikasih Rp 15 juta.”

Erick menuturkan, polisi yang datang ke kantor kliennya kebanyakkan dari Divisi Pengawasan dan Pengendalian Markas Besar Kepolisian RI. »Di kantor itu mereka hanya ngobrol ngalor-ngidul, lalu pulang dengan membawa oleh-oleh Bandung lengkap dengan amplop,” ujar Erick.

Menurut Erick, sepanjang 2010 saja, dia merogoh kocek sampai Rp 2 miliar untuk keperluan "menjamu" aparat polisi.  »Kalau yang 2011, saya belum cek,” ujar Erick mengutip Bambang.

ENI SAENI | GUSTIDHA BUDIARTIE | JULI HANTORO

Berita Terpopuler:

Polisi Langgar Wewenang KPK

Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA

Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK

Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun

Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan

Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA

Buat Apa Bonus yang Didapat Triyatno?

Status Tersangka Djoko Susilo Tidak Sah

Rhoma Irama Terancam Penjara 3 Bulan

Jokowi-Ahok ''Dekat'' dengan Rhoma Irama

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.