Ponpes Manba'ul-Hikam Gelar Program Vaksinasi

Dian Lestari Ningsih, Rahmat Asmayadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemberian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo berlanjut ke lingkungan pondok pesantren. Dinas kesehatan Kabupaten sidoarjo melaksanakan vaksinasi untuk tahap pertama di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Tanggulangin Sidoarjo, sebanyak 110 Orang mendapat vaksin dosis pertama yang terdiri dari santri dan pengasuh Pesantren Manba'ul Hikam Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur disuntik vaksin jenis AstraZeneca, Selasa (06/04/2021).

Kegiatan ini merupakan bagian dari mempercepat program vaksinasi nasional bagi 181,5 juta penduduk Indonesia dengan target waktu 12 bulan. Di masa kedaruratan sekarang ini, vaksin yang tersedia adalah vaksin yang terbaik untuk digunakan.

Pemerintah harus mengkombinasikan berbagai macam merk vaksin COVID-19 dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksin untuk seluruh populasi sasaran. Sebab, tidak ada satupun produsen vaksin di dunia ini yang dapat memenuhi seluruh permintaan negara-negara besar seperti Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, KH. M. Salim Imron menyambut baik pelaksanaan vaksinasi bagi Pengurus dan Santri. Beliau juga berpesan untuk masyarakat yang masih ragu-ragu terhadap vaksin agar segera di vaksin dan jangan terpengaruh oleh pengaruh yang tidak bertanggung jawab.
Karna vaksin adalah salah satu ikhtiyar untuk mengahiri pandemi di tanah air.

''Pondok Pesantren Manba'ul Hikamakan mendukung apa yang menjadi program pemerintah, bagi kami kemaslahatan umat jadi prioritas utama,'' pungkas ketua umum MUI Kabupaten Sidoarjo

Sementara itu, Panitia pelaksanaan Vaksin Ustad H. Bahron Nafi' mengatakan, "kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan kepada pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi untuk mengatasi pandemi menjelang bulan Suci ramadhan".

Adapun pelaksanaan vaksinasi berlangsung di Halaman madrasah Pondok Pesantren Manba'ul Hikam dengan perlengkapan yang sudah di penuhi oleh panitia. Antusias pengurus dan santri yang sudah mendaftrkan diri semua layak di vaksin setelah melewati skrining sekaligus pemeriksaan kesehatan.

"Tidak sakit, Rasanya seperti di gigit semut, tapi yang penting sehat," ucap M. Agung (20), seorang santri saat berada di lokasi pemantauan usai vaksin.