Begini Cara Tingkatkan Omzet Penjualan Bisnis

Dian Lestari Ningsih, rawiwahyudiono1
·Bacaan 1 menit

<p>VIVA – Di masa pandemi Covid 19 sekarang ini kita selaku pelaku bisnis harus putar otak dan super inovatif mencari langkah untuk meningkatkan keuntungan penjualan usaha.

Di samping itu, hal yang lebih penting lagi yakni kita harus bekerja lebih keras dari umumnya, sebab keadaan sekarang ini benar-benar luar biasa sehingga harus disiasati secara super luar biasa juga

Berdasarkan pengalaman saya berbisnis selama ini, kita harus mengoptimalkan seluruh kanal penjualan yang ada, di mana masing-masing kanal tersebut memiliki ciri-ciri sendiri yang harus kita harus optimasi semaksimal mungkin

Minimal kita harus memiliki 10 kanal pemasaran yang sekarang ini sedang nge-hits. Contoh beberapa kanal penjualan itu seperti berikut.
1. Tokopedia
2. Bukalapak
3. Shopee
4. Linkedin
5. Whatsapp
6. Visit konsumen
7. E-mail blast
8. Youtube
9. Facebook
10. Instagram
11. Toko/kantor off line
12. Web
13. Google maps
14. Dan sebagainya tergantung kebutuhan

Pertanyaan selanjutnya, apakah kita harus memiliki seluruh kanal penjualan di atas?. Jawabnya tidak, sebab seluruh kanal itu harus di samakan dengan tipe usaha kita, apakah B2C (Bisnis to Customer) atau B2B (Bisnis to Bisnis).

Contoh kanal penjualan B2B itu seperti Tokopedia, Bukalapak, Linkedin, Whatsapp, visit konsumen, e-mail blast, Youtube, toko/kantor off line, web, Google maps.

Kanal penjualan selain diatas juga bisa di pakai, tetapi lebih bagus konsentrasi ke kanal B2B dahulu agar pekerjaan lebih enteng sebab mengoptimalkan 2 kanal penjualan memerlukan usaha yang cukup besar.

Sekarang ini lebih bagus diputuskan dahulu, kanal mana yang kerap dipakai lalu itu dioptimalkan semaksimal kemungkinan, baru kemudian dapat berpindah ke kanal selanjutnya.

Mengoptimalkan semua kanal penjualan di atas perlu kesabaran, tapi yang pasti ialah bila kita terus action maka kita akan 1 langkah di depan daripada kita harus diam saja.