Begini Curhat Raffi Ahmad ke Wanda Saat di BNN

TEMPO.CO , Jakarta - Wanda Hamidah sempat ditempatkan di satu ruangan di gedung Badan Narkotika Nasional bersama 16 orang yang diamankan dalam penggerebekan di rumah artis Raffi Ahmad. Selama berada di sana, dia berkali-kali berbincang dengan Raffi.

"Dia gelisah, luar biasa gelisah. Raffi merasa bersalah karena ke-16 orang di rumahnya ikut terbawa (ke BNN)," kata Wanda ditemui di Masjid Ni'matul Ittihad, Pondok Pinang, Jakarta, Jumat, 1 Februari 2013.

Politikus Partai Amanat Nasional itu mengatakan, tidak semua orang yang ditangkap petugas BNN terkait langsung dengan penemuan narkoba di rumah Raffi. "Karena mungkin ada yang jadi TO (target operasi) dan enggak," ujarnya.

Soal keberadaannya di sana kala itu, dia pun tidak menyangka bakal ada penggerebekan. Pastinya, kata Wanda, kedatangannya ke sana hanya untuk sekadar mampir dari mengantar temannya, SD, bukan ingin berpesta narkoba. "Saat kami di sana tidak ada pesta narkoba.

Kalaupun ada barang (narkoba) kami enggak ada yang tau, namanya juga tamu," ujar Wanda.

Wanda dibebaskan pada Rabu, 30 Januari 2013. BNN mengatakan tak cukup bukti menyatakan keterlibatannya dalam pesta narkoba di rumah Raffi. Artis Zaskia Sungkar dan Irwansyah yang ikut digelandang juga sudah dibebaskan.

Raffi sebagai pemilik rumah, sudah dijadikan tersangka oleh BNN. Dia akan dijerat Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 111 ayat 1, junto Pasal 132, 133, dan 127. Pria berusia 26 tahun itu disangka menguasai 14 butir narkotik jenis metinon dan dua linting ganja.

YAZIR FAROUK

Berita Terpopuler Lainnya:

Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

Impor Renyah 'Daging Berjanggut' 

Skandal Daging Berjanggut, Laporan Tempo 2011

Sebut Suap Daging Musibah, Tiffatul Dikecam

Presiden PKS Ditangkap, Apa Kata Hilmi Aminuddin

Marzuki Alie: Luthfi Hasan Itu yang Mana, Ya?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.