Begini, Dampak Shutdown Bagi Amerika dan Dunia

  • Tayangkan hasil survei berbeda, saham MNC dan VIVA turun

    Tayangkan hasil survei berbeda, saham MNC dan VIVA turun

    Merdeka.com
    Tayangkan hasil survei berbeda, saham MNC dan VIVA turun

    MERDEKA.COM. Proses hitung cepat di televisi milik politisi Hary Tanoesoedibjo dan Aburizal Bakrie, disinyalir membuat saham kedua televisi tersebut anjlok pada sesi perdagangan pertama di Bursa Efek Indonesia. …

  • Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    Merdeka.com
    Dahlan pertanyakan reputasi lembaga survei capres

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut angkat bicara mengenai hasil hitung cepat pilpres kemarin. Pria yang juga politisi Partai Demokrat ini mempertanyakan reputasi lembaga survei hitung cepat para capres kemarin. Pasalnya, hasil hitung cepat lembaga survei yang dipakai masing-masing kubu berbeda.Menurutnya, cara klaim kemenangan para capres melalui lembaga survei sudah tidak dapat diberlakukan untuk masyarakat yang sudah pintar saat ini."Ginilah publik tahu …

  • Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    Merdeka.com
    Prediksi pasar terkait kemenangan Capres Jokowi

    MERDEKA.COM. Indonesia telah selesai menggelar pesta akbar demokrasi untuk memilih calon presiden beserta wakil kemarin. Berdasarkan perhitungan cepat beberapa lembaga survei, pasangan Jokowi-JK lebih unggul dibanding Prabowo-Hatta.Hasil hitung cepat ini memang belum final karena masih menunggu keputusan perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, bukan berarti hasil hitung cepat ini tidak memiliki dampak. Hasil ini tentu sudah menimbulkan gambaran akan kepastian pemerintahan …

PLASADANA.COM - Kisruh persetujuan anggaran yang menyebabkan shutdown atau penutupan layanan publik di Amerika Serikat bakal membawa dampak buruk pada perekonomian global. Dampak buruk tersebut bisa semakin parah jika kebuntuan ini berlangsung lama.

Bagi Amerika, shutdown membawa dampak finansial yang lumayan tinggi. Analisa lembaga riset IHS menyebutkan Amerika akan merugi US$ 300 juta atau sekitar RP 3,3 triliun per hari. Namun angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan penghasilan tahunan Amerika, yang mencapai 52 ribu kali lipat. Demikian pula jika dibandingkan dengan shutdown 21 hari pada 1995, saat Amerika dipimpin Presiden Bill Clinton. Saat itu Amerika bisa merugi lebih dari US$1 miliar.

Jika shutdown berlangsung dalam waktu lama, bisa dipastikan efeknya akan lebih buruk. Sebab penutupan kantor pemerintah bakal mempengaruhi kepercayaan konsumen. Hal ini erat kaitannya dengan cuti besar (tanpa tanggungan) ratusan ribu pegawai negeri sipil. Penutupan kantor akan mempengaruhi keuangan para pegawai negeri yang harus menarik tabungan untuk membayar tunggakan hingga cuti tanpa tanggungan berakhir.

Perekonomian dunia pun mulai terancam. Dampaknya terlihat pada perdagangan saham pada Selasa 2 Oktober 2013. Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 120 poin, atau hampir 1 persen. Sejumlah bursa saham regional Asia pun ditutup melemah rata-rata 1,3 persen. Pelemahan terbesar dialami indeks Nikkei di Jepang sebesar 2 persen serta Hang Seng Hong Kong yang turun 1,5 persen ke level 22.859.

Bagi Negara berkembang, termasuk Indonesia, dampak terburuknya adalah pelarian modal dan batalnya proyek investasi  yang sedianya digerojokkan investor Amerika. Dalam jangka pendek, pelaku pasar keuangan khawatir kuantitas dollar bakal berkurang sehingga melemahkan mata uang lokal. Jika hal ini terjadi, defisit perdagangan di Negara berkembang bakal semakin besar dan inflasi membengkak.

Padahal kisruh ini "cuma" disebabkan perseteruan Partai Republik (majelis rendah) dan Demokrat (majelis tinggi) dalam menyepakati anggaran federal. Kongres pun gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September 2013.

Isu kuncinya adalah program reformasi pelayanan kesehatan atau yang dikenal sebagai Obamacare. Partai Republik menghendaki anggaran itu dihapus, namun Partai Demokrat menolaknya. Karena sengketa ini 700 ribu dari total 2,1 juta pegawai federal dirumahkan.

Bila Demokrat dan Republik bisa bersepakat dalam waktu satu atau dua hari, dampak negatif kisruh anggaran ini mungkin lebih kecil. Namun pelaku pasar kini khawatir shutdown akan berlangsung hingga akhir Oktober, saat badan legislatif harus menyepakati kenaikan pinjaman pemerintah federal. Efeknya bakal jauh lebih buruk.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...
POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat