Begini, Dampak Shutdown Bagi Amerika dan Dunia

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

PLASADANA.COM - Kisruh persetujuan anggaran yang menyebabkan shutdown atau penutupan layanan publik di Amerika Serikat bakal membawa dampak buruk pada perekonomian global. Dampak buruk tersebut bisa semakin parah jika kebuntuan ini berlangsung lama.

Bagi Amerika, shutdown membawa dampak finansial yang lumayan tinggi. Analisa lembaga riset IHS menyebutkan Amerika akan merugi US$ 300 juta atau sekitar RP 3,3 triliun per hari. Namun angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan penghasilan tahunan Amerika, yang mencapai 52 ribu kali lipat. Demikian pula jika dibandingkan dengan shutdown 21 hari pada 1995, saat Amerika dipimpin Presiden Bill Clinton. Saat itu Amerika bisa merugi lebih dari US$1 miliar.

Jika shutdown berlangsung dalam waktu lama, bisa dipastikan efeknya akan lebih buruk. Sebab penutupan kantor pemerintah bakal mempengaruhi kepercayaan konsumen. Hal ini erat kaitannya dengan cuti besar (tanpa tanggungan) ratusan ribu pegawai negeri sipil. Penutupan kantor akan mempengaruhi keuangan para pegawai negeri yang harus menarik tabungan untuk membayar tunggakan hingga cuti tanpa tanggungan berakhir.

Perekonomian dunia pun mulai terancam. Dampaknya terlihat pada perdagangan saham pada Selasa 2 Oktober 2013. Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 120 poin, atau hampir 1 persen. Sejumlah bursa saham regional Asia pun ditutup melemah rata-rata 1,3 persen. Pelemahan terbesar dialami indeks Nikkei di Jepang sebesar 2 persen serta Hang Seng Hong Kong yang turun 1,5 persen ke level 22.859.

Bagi Negara berkembang, termasuk Indonesia, dampak terburuknya adalah pelarian modal dan batalnya proyek investasi  yang sedianya digerojokkan investor Amerika. Dalam jangka pendek, pelaku pasar keuangan khawatir kuantitas dollar bakal berkurang sehingga melemahkan mata uang lokal. Jika hal ini terjadi, defisit perdagangan di Negara berkembang bakal semakin besar dan inflasi membengkak.

Padahal kisruh ini "cuma" disebabkan perseteruan Partai Republik (majelis rendah) dan Demokrat (majelis tinggi) dalam menyepakati anggaran federal. Kongres pun gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September 2013.

Isu kuncinya adalah program reformasi pelayanan kesehatan atau yang dikenal sebagai Obamacare. Partai Republik menghendaki anggaran itu dihapus, namun Partai Demokrat menolaknya. Karena sengketa ini 700 ribu dari total 2,1 juta pegawai federal dirumahkan.

Bila Demokrat dan Republik bisa bersepakat dalam waktu satu atau dua hari, dampak negatif kisruh anggaran ini mungkin lebih kecil. Namun pelaku pasar kini khawatir shutdown akan berlangsung hingga akhir Oktober, saat badan legislatif harus menyepakati kenaikan pinjaman pemerintah federal. Efeknya bakal jauh lebih buruk.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...