Begini Jadinya Hidup 40 Hari Tanpa Ponsel

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 15 orang merasakan jadi manusia gua, setelah tinggal di tempat yang gelap selama 40 hari. Sebagai bagian dari eksperimen isolasi manusia yang disebut Deep Time, kelompok yang terdiri dari delapan pria dan tujuh wanita ini tinggal di gua Lombrives, Prancis tanpa telepon, jam, atau paparan sinar matahari.

Eksperimen yang dipimpin oleh Human Adaption Institute ini menghabiskan biaya persiapan mencapai US$1,4 juta, dilakukan untuk menguji batasan seberapa banyak manusia dapat beradaptasi dengan isolasi yang berakhir pada 24 April 2021.

Selama berada di dalam gua, para relawan tidur di tenda dan mengambil air dari sumur yang terletak 146 meter di bawah permukaan. Mereka juga menciptakan listrik sendiri dengan menggunakan pedal sepeda yang dipasang ke generator.

Di dalam gua, rombongan harus menyesuaikan diri dengan suhu rata-rata 10 derajat Celcius dan tingkat kelembapan hingga 100 persen, menurut laman Mashable SE Asia, dikutip Senin 26 April 2021.

Untuk memantau tanda vital dan perilaku manusia gua, para ilmuwan dari Prancis dan Swiss meminta anggota tim menggunakan sensor untuk memantau metrik, seperti pola tidur dan perilaku sosial mereka.

Salah satu sensor tersebut datang dalam bentuk pil, yang ketika tertelan akan mengukur suhu tubuh individu dan menyampaikan informasi tersebut ke komputer sampai pil dikeluarkan secara alami melalui buang air besar.

Tujuan percobaan ini adalah untuk menguji kemampuan beradaptasi terhadap isolasi. Kelompok tersebut harus bergantung sepenuhnya pada jam biologis mereka untuk mengetahui kapan harus melakukan fungsi tubuh sehari-hari mereka, seperti makan, tidur, berolah raga, dan melakukan tugas.

Grup tersebut tidak memiliki komunikasi dengan dunia luar, dan tidak memiliki ponsel serta elektronik untuk digunakan selama 40 hari. Kelompok tersebut akhirnya kehilangan semua indra waktu meski berusaha sekuat tenaga untuk menghitung hari menggunakan jumlah siklus tidur.

Pada akhirnya banyak peserta tidak mengetahui berapa lama waktu yang telah berlalu di akhir percobaan. Beberapa orang mengira bahwa mereka baru berada di dalam gua selama 23 hari.

Saat keluar dari gua, semua anggota mengenakan kacamata khusus untuk melindungi mata mereka setelah sekian lama berada dalam kegelapan. John Francois, seorang guru matematika mengatakan, pengalaman itu unik baginya karena tidak ada kewajiban bagi kelompoknya untuk mengkhawatirkan masa depan, hanya menikmati masa kini.