Begini Jadinya jika Sepak Bola Eropa Tanpa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

Bola.com, Jakarta - Tak bisa dimungkiri, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi merupakan dua pemain yang tak henti-hentinya menebar sensasi lewat prestasi dalam 10 tahun terakhir. Kedua pemain tersebut seolah bersaing mencuri atensi publik dunia sepak bola global.

Meski bergelimang penghargaan, Ronaldo dan Messi seolah-olah belum menunjukkan tanda bosan untuk menjadi yang terbaik di dunia.

Saat ini, tercatat ada 11 trofi Ballon d'Or sebagai lambang pemain terbaik dunia milik kedua pemain tersebut. Lionel Messi lebih unggul dengan raihan enam trofi Ballon d'Or. Adapun Cristiano Ronaldo mengantongi lima trofi.

Kemudian total sembilan trofi Liga Champions dan 242 gol ditorehkan kedua megabintang di dunia sepak bola tersebut selama memperkuat klub masing-masing. Messi hingga kini masih bertahan bersama Barcelona.

Sementara, superstar asal Portugal sudah memperkuat tiga klub elite Eropa, yakni Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.

Kini, di usia yang sudah lebih dari 30 tahun, kedua pemain tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam urusan mencetak gol.

Selain itu, Cristiano Ronaldo dan Messi juga banyak menorehkan rekor-rekor fantastis di sepak bola Eropa. Tak jarang catatan terbaik tersebut sulit dipecahkan pemain lain.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Mulai Mencuri Perhatian pada Tahun 2000-an

Pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo membantu pemain Barcelona Lionel Messi untuk bangkit dalam laga El Clascio Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12/2017). Barcelona menang 3-0 di laga itu. (AP Photo / Francisco Seco)

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mulai mencuri perhatian di sepak bola Eropa sejak tahun 2000-an. Akan ada cerita berbeda jika kedua pemain tersebut tak menghiasi dunia sepak bola.

Beberapa pemain akan silih berganti menjadi yang terbaik di Benua Biru atau bahkan dunia. Bagaimana kira-kira jika Ronaldo dan Messi tak pernah ada di sepak bola Eropa?

Raul Gonzales akan menjadi pencetak gol terbanyak di semua kompetisi antarklub Eropa dengan 77 gol. Saat ini, pemain dengan catatan gol terbaik tersebut dipegang Ronaldo dengan 131 gol.

Kemudian Neymar akan menjadi pemain dengan follower terbanyak dengan 47 juta pengikut. Catatan tersebut hanya kalah dari Ronaldo yang memiliki 84,6 juta pengikut.

Lantas apalagi yang terjadi jika Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tidak menghiasi sepak bola Eropa? Berikut Bola.com merangkumnya dari Sportskeeda, Kamis (15/5/2020).

Begini yang Terjadi Jika Sepak Bola Eropa Tidak Ada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

1. Robert Lewandowski (Bayern Munich) - 6 Gol (1 Penalti). (AFP/Christof Stache)
  • Robert Lewandowski akan menjadi top scorer Liga Champions sebanyak empat kali (Cristiano Ronaldo tujuh kali)
  • Ruud van Nistelrooy dan Mario Gomez akan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan 12 gol (Cristiano Ronaldo mampu mencetak 17 gol pada musim 2013-2014).
  • Ferenc Puskas masih tetap menjadi pencetak gol terbanyak di antara negara-negara Eropa dengan 84 gol (Cristiano Ronaldo sudah mencetak 99 gol).
  • Karim Benzema akan memimpin daftar pencetak gol terbanyak penyisihan grup Liga Champions dengan 47 gol (Lionel Messi 68 gol).
  • Michel Platini, Johan Cruyff, dan Marco van Basten akan menjadi peraih Ballon d'Or terbanyak dengan tiga trofi. Kemudian pemain-pemain lain seperti Xavi Hernandez, Andreas Iniesta, dan Neymar sama-sama meraih dua kali.
  • Franck Ribery, Fernando Torres, Manuel Neuer, Antoine Griezmann, dan Virgil van Dijk juga akan mendapatkan penghargaan Ballon d'Or jika Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tidak mendominasi Eropa selama lebih dari satu dekade.

Daftar top skorer Liga Champions jika tidak ada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Neymar Junior saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Villrreal dalam laga La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 8 November 2015. (AFP/Josep Lago)

2007-2008 : Fernando Torres, Didier Drogba, Steven Gerrard (6 gol)

2008-2009 : Steven Gerrard, Miroslav Klose (7 gol)

2009-2010 : Ivica Olić (7 gol)

2010-2011 : Mario Gomez, Samuel Eto'o (8 gol)

2011-2012 : Mario Gomez (12 gol)

2012-2013 : Robert Lewandowski (10 gol)

2013-2014 : Zlatan Ibrahimovic (10 gol)

2014-2015 : Neymar (10 gol)

2015-2016 : Robert Lewandowski (9 gol)

2016-2017 : Edinson Cavani, Robert Lewandowski (8 gol)

2017-2018 : Roberto Firmino, Sadio Mané, Mohamed Salah (10 gol)

2018-2019 : Robert Lewandowski (8 gol)

 

Sumber: Sportskeeda