Begini Jadinya Kalau Bajaj Balapan di Arena Motocross

Raden Jihad Akbar

VIVA – Tak hanya di Indonesia, Bajaj juga populer di banyak negara lain di dunia, seperti di Sri Langka. Bahkan, di negara itu ada ajang balapan khusus menggunakan transportasi umum tersebut.

Dilansir dari The Drive, Selasa 16 Juni 2020, uniknya balapan Tuk-tuk, sebutan Bajaj di Sri Langka, tidak digelar di aspal mulus seperti di sirkuit. Tetapi, Tuk It 2020 yang disponsori Red Bull digelar di arena balapan reli atau motocross.

Gelaran tahun ini dimulai pada 22 Februari lalu di Moonamale Estate, Kaluaggala. Lalu, gelaran selanjutnya dijadwalkan pada Oktober mendatang selama 13 hari dengan lebih dari 1.000 tantangan yang harus dilalui pembalap.

Pada tantangan kecepatan, balapan dilakukan oleh dua Tuk tuk dalam satu kali start. Tuk-tuk itu diisi oleh tiga orang, satu supir dan dua penumpang.

Bukan sebagai navigasi, kedua penumpang itu bertugas untuk menyeimbangkan Tuk-tuk agar tidak oleh saat belokan atau menerjang area berundak. Jadi, jika Tuk-tuk oleng ke kiri atau kanan, maka penumpang di masing-masing sisilah yang bertugas sebagai penyeimbang.

Baca juga: Raffi Ahmad Artis RI Pertama yang Bakal Kendarai Tesla Cybertruck?

Balapan Tuk tuk (Bajaj)

Meski sudah ada penyeimbang, tak sedikit Tuk tuk yang terbalik karena oleng. Tak perlu risau, pihak panitia pun menyipakan uang jaminan kerusakan pada Tuk Tuk yang oleh sebesar maksimal US$100.

Di Sri Langka, balapan Tuk-tuk menjadi tontonan masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, hiburan ini mungkin tidak akan pernah ditemui. Apalagi kepopuleran Bajaj saat ini semakin tergerus.