Begini Ketatnya Pemeriksaan Kendaraan Masuk ke Kota Pekanbaru Usai Lebaran

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Personel Polresta Pekanbaru mengintensifkan pemeriksaan di posko penyekatan larangan mudik lebaran di perbatasan. Ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Riau usai Lebaran Idul Fitri.

Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, arus kendaraan menuju Pekanbaru beberapa hari usai lebaran cukup padat.

"Tidak hanya yang datang tapi juga keluar dari Pekanbaru, salah satu yang menjadi atensi adalah jalur lintas barat yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar," kata Nandang.

Di posko penyekatan ini, petugas memeriksa setiap kendaraan yang hendak melewati posko penyekatan larangan mudik, tepatnya di persimpangan Garuda Sakti Jalan HR Soebrantas.

Kepolisian juga mengecek satu persatu kendaraan dan penumpangnya, apakah sudah sesuai dengan syarat ketentuan yang diberlakukan. Salah satunya surat bebas dari Covid-19 atau hasil tes rapid antigen.

"Kami terus maksimalkan fungsi posko penyekatan," ucap Nandang.

Ia menuturkan, pemeriksaan di posko penyekatan tidak boleh kendur, meski sudah H+3 lebaran. Justru, antisipasi mesti optimal karena mobilitas masyarakat meningkat.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Meminta Kesabaran

Kepada masyarakat yang mengantre akibat pemeriksaan, Nandang mengimbau agar bersabar. Masyarakat diminta tidak mudah emosi karena bisa merugikan diri sendiri.

Nandang menyatakan, jalur barat ini memang selalu padat karena merupakan penghubung Riau dengan Sumatra Barat. Wilayah ini juga menjadi atensi peniadaan mudik lebaran.

"Pemeriksaan juga dimaksimalkan pada jam-jam krusial atau jam yang banyak kendaraan melintas," kata Nandang.

Selain pengetatan di posko penyekatan, jajaran Polresta Pekanbaru juga kian intens berpatroli di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya kerumunan, dengan sasaran tempat keramaian, kafe, tempat nongkrong dan sejenisnya.

"Itu masih berjalan terus termasuk penyekatan pada jalan yang ramai dilewati warga," kata Nandang.

Nandang juga mengimbau masyarakat kota Pekanbaru untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Masyarakat lebih baik di rumah saja, karena angka penyebaran Covid-19 di Pekanbaru masih tinggi.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel