Begini Kondisi Hotel di Mekah Usai Ditinggal Pulang Jemaah Haji

Dedy Priatmojo

VIVA – Musim haji memang menjadi berkah tersendiri bagi warga Mekah dan sekitarnya. Jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia memadati kota Mekah selama lebih kurang sebulan lamanya. Hotel-hotel penuh, pasar dan toko-toko klontong menjamur, kedai rumah makan buka 24 jam. Ekonomi Mekah menggeliat.

Tapi kini, setelah musim haji usai, jemaah haji pun berangsur-angsur pulang ke negara asalnya masing-masing. Tinggal sebagian saja yang masih tinggal di Mekah, itupun karena menunggu jadwal kepulangan, atau menanti keberangkatan ke Madinah.

Dalam beberapa hari ke depan, Kota Mekah akan sepi, jalanan kota mulai lengang. Tidak seberapa hiruk pikuk di pasar dan jajanan di pinggiran kota. Semuanya normal seperti sedia kala.

Begitu juga dengan operasional hotel-hotel yang letaknya jauh dari Masjidil Haram. Setelah musim haji, hotel-hotel tersebut langsung non-aktif. Bahkan, tak sedikit hotel yang hanya beroperasi di musim haji saja. 

Hotel jemaah haji di Mekah mulai sepi ditinggal jemaah haji

Berbeda dengan hotel-hotel yang berada di sekitaran Masjidil Haram. Sepanjang tahun selalu dihuni jemaah umrah atau peziarah kota suci. Karena umumnya, jemaah umrah memilih hotel-hotel yang relatif dekat dengan Masjidil Haram.

"Nah, untuk hotel-hotel lain yang jauh (dari Masjidil Haram) setelah musim haji itu ya tutup, tidak aktif," kata Kepala Daerah Kerja Mekah, Subhan Cholid di Mekah, Minggu, 25 Agustus 2019.

Menurut Subhan, kondisi hotel-hotel jemaah haji di Mekah berbeda dengan Madinah, dimana semua hotel jemaah di Madinah berada di sekitaran Masjid Nabawi (markaziyah). Di Mekah, hotel-hotel yang aktif sepanjang tahun hanya yang berada di sekitaran Masjidil Haram. 

Ada beberapa hotel yang meskipun jauh dari Masjidil Haram, tapi tetap dipakai di luar musim haji untuk jemaah umrah. Umumnya hotel-hotel tersebut bekerjasama dengan negara tertentu, seperti Turki dan Iran, dalam pelaksanaan umrah. 

"Dan hotel juga bekerjasama dengan transportasi, misalnya hotelnya jauh, hotel menyediakan transportasi," ujarnya.

Selain musim haji, hotel-hotel yang berada di luar Masjidil Haram ini akan aktif kembali ketika bulan Ramadan. Subhan menerangkan tingkat okupansi hotel di Mekah saat Ramadan juga tinggi. Karena umrah di bulan Ramadan termasuk  high season

"Umrah Ramadan ini juga cukup banyak juga, Kota Mekah padat juga. Karena selain jemaah lain juga jemaah dari Saudi sendiri, dan timur tengah banyak yang umrah, taraweh, tahajud di Masjidil Haram, termasuk Indonesia," ungkapnya.

Pemerintah Indonesia sendiri, pada tahun 2019 ini menyewa sebanyak 173 hotel di Mekah, yang tersebar di tujuh wilayah zonasi meliputi Mahbas Jin, Aziziah, Jarwal, Misfalah, Syisyah, Raudhah, dan Rei Bakhsy. Semua hotel telah di sewa full musim di Mekah, termasuk tiga hotel cadangan.