Begini Kondisi Sopir Truk Trailer Maut di Bekasi: Menangis karena Masih Trauma

Merdeka.com - Merdeka.com - Sopir truk trailer berinisial AS yang menyebabkan 10 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi belum bisa dimintai keterangan. Karena sopir truk maut tersebut masih mengalami trauma berat.

"AS sudah kita amankan di Polres, belum kita mintai keterangan karena saat kita tanya, AS ini menangis dan masih trauma. Biar dia istirahat dulu nanti malam atau besok pagi kita mintai keterangan," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki, Rabu (31/8).

Namun, truk maut dengan nomor polisi N 8051 EA itu diketahui membawa muatan berupa besi beton untuk cor bangunan. Muatan tersebut diangkut dari wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor menuju Jawa Timur.

"Untuk perusahaannya belum ya, nanti ya," katanya.

Kecelakaan maut di Bekasi Barat ini menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Hengki mengatakan, dari seluruh korban meninggal, empat di antaranya anak-anak.

Saat ini 10 korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut sudah diserahkan seluruhnya ke keluarga korban. Dua di antaranya langsung dibawa ke rumah duka di Cirebon dan Garut.

"Satlantas Polres selaku penyidik sudah menyerahkan kepada keluarga korban. Sudah dibawa semua, satu ke Garut dan satu ke Cirebon. Sementara yang delapan orang lainnya itu di sekitar Kota Bekasi," ucap Hengki.

Untuk korban luka-luka jumlahnya sebanyak 23 orang. Empat di antaranya dirawat di RSUD Kota Bekasi dan sisanya di RS Ananda.

"Di RSUD mungkin ada yang dipulangkan kalau luka ringan. Belum dicek lagi. Yang 19 ada di Rumah Sakit Ananda. Nanti kita cek lagi apakah yang lukanya yang sedikit bisa dikembalikan. Jadi 23 luka-luka. 19 di RS Ananda empat orang di RSUD," katanya. [rhm]