Begini Kondisi Tubuh Usai Mengkonsumsi Ganja

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah meta-analisis menjelaskan tentang berapa lama efek ganja yang dipakai pasien untuk tujuan pengobatan. Studi yang melibatkan 80 makalah ini bertujuan untuk menjelaskan cara mengkonsumsi dan seberapa kuat pengaruh ganja terhadap tubuh. Ternyata, pasien yang memakai ganja efeknya masih terasa selama 3 sampai 10 jam.

Informasi ini sangat penting untuk membantu pasien membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana waktu yang tepat mengkonsumsi ganja, serta membantu memperbarui regulasi yang lebih mencerminkan pada realitas gangguan psikotik yang membuat seseorang sulit membedakan realita dan imajinasi.

Baca: Diam-diam, 6 Artis Ini Investasi di Bisnis Ganja

"Tetrahidrokanabinol (THC) atau senyawa yang bikin mabuk dalam ganja dapat dideteksi dalam tubuh beberapa minggu setelah dikonsumsi. Sementara efeknya bisa berlangsung dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat," ujar Iain McGregor dari University of Sydney, Australia, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu, 14 April 2021.

Kerangka hukum di negara tertentu perlu mengimbangi soal legalitas ganja seperti halnya minuman beralkohol. Fokusnya mengenai keamanan untuk diri sendiri dan orang lain.

Sementara itu, tim peneliti yang dipimpin oleh Ahli Gizi University of Sydney, Australia, Danielle McCartney, mereferensikan 80 makalah secara terpisah tentang dampak kerusakan akibat mengkonsumsi THC - senyawa yang memabukkan dalam ganja.

Dari 80 makalah, Danielle dan tim mempelajari 1.534 data orang-orang yang telah mengkonsumsi ganja, yaitu bagaimana kinerja mereka saat mengemudi atau melaksanakan tugas-tugas kognitif yang setara, dalam berbagai tahap.

Tahapan ini pun tergantung pada tiga faktor utama. Yaitu, seberapa kuat dosis THC, apakah ganja dihirup atau diminum dalam bentuk makanan, kapsul atau tetes, serta apakah orang tersebut adalah pengguna ganja yang jarang-jarang atau rutin. "Tiga faktor ini akan menunjukkan berapa lama kerusakan berlangsung," ungkapnya.

Hasil analisanya adalah bahwa penurunan dapat berlangsung hingga 10 jam jika dosis tinggi THC dikonsumsi secara oral. Durasi gangguan yang lebih umum adalah 4 jam, yakni ketika dosis yang lebih rendah dari THC dikonsumsi melalui rokok atau pun penguapan.

"Gangguan ini juga bisa berlangsung antara 6 sampai 7 jam apabila dosis THC yang dikonsumsi lebih tinggi lewat hirup, dan penggunanya lagi melakukan tugas yang sifatnya lebih kompleks, seperti mengemudi kendaraan," papar Danielle.