Begini Model Resmi Kostum Khusus Koruptor  

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kini menyediakan pakaian khusus untuk koruptor. Para tersangka maupun terdakwa yang ditahan memakai kostum itu saat diperiksa maupun disidang di pengadilan. 

"Pimpinan sudah memutuskan bahwa tahanan KPK menggunakan baju tahanan," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya, Selasa, 10 Juli 2012.

Kostum itu menyerupai jaket berwarna putih lengan panjang. Punggung baju bertuliskan "Tahanan KPK". Kostum ini pertama dipakai Bupati Buol Amran Batalipu, tersangka suap pengurusan hak guna lahan kelapa sawit sejak diperiksa pekan lalu.

Kostum serupa dikenakan General Manager PT Hardaya Inti Plantation Yani Anshori, tersangka kasus yang sama; serta James Gunardjo, tersangka restitusi pajak PT Bhakti Investama.

Meskipun telah dipakai sejumlah tersangka, Johan mengatakan lembaganya baru akan membahas anggaran pengadaan baju tahanan Senin pekan depan. Anggaran itu akan diambil dari pos Biro Umum.

Johan menyatakan belum tahu persis berapa jumlah baju maupun anggaran baju tahanan. Ia berjanji akan mengumumkannya setelah semua perencanaan rampung. "Yang pasti, tidak besar karena baju biasa saja. Jumlah tahanan KPK juga kan sedikit," ucapnya.

Johan menambahkan baju ini juga bakal digunakan untuk tahanan wanita. Namun ia belum tahu seperti apa model baju untuk tahanan wanita karena masih dibahas secara teknis. 

KPK memiliki sejumlah tahanan wanita seperti Angelina Sondakh, anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat yang juga tersangka kasus suap anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan Miranda Swaray Goeltom, tersangka suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Ada juga Neneng Sri Wahyuni, tersangka proyek pembangkit listrik tenaga surya, istri Muhammad Nazaruddin.

TRI SUHARMAN

Berita populer:

Adyaksa: Andi Ubah Total, Tak Lanjutkan Hambalang

Gadis Panggilan ini Jadi Desainer Lingerie Top

Menteri Dahlan Iskan Mau Impor Kelinci

KPK Tetapkan Tersangka Kasus Hambalang

Istri Mantan Presiden Ini Golput

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.