Begini Nasib Pegawai 18 SPBU Total Indonesia yang Resmi Ditutup

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejak akhir 2020 lalu, PT Total Oil Indonesia ternyata telah menutup menutup seluruh unit bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mereka yang ada di Indonesia.

Marketing Manager Total Oil Indonesia, Magda Naibaho menjelaskan, penutupan bisnis SPBU ini merupakan keputusan perusahaan yang ingin melepaskan bisnis retail fuel mereka di Indonesia.

"Ini artinya (penutupan) seluruh 18 SPBU di wilayah Jabotabek dan Bandung," kata Magda saat dihubungi VIVA, Kamis 6 Mei 2021.

Magda menambahkan, keputusan ini selaras dengan strategi Total secara global. Khususnya dalam hal manajemen portofolio perusahaan secara aktif.

Baca juga: Satu Karyawan Kena COVID-19, Perusahaan BUMN Rogoh hingga Rp200 Juta

Dia juga mengatakan, proses penutupan seluruh SPBU Total di Indonesia sudah dilakukan sejak akhir tahun 2020 lalu.

"Dan saat ini sudah selesai," ujarnya.

Saat ditanya mengenai bagaimana nasib para pegawai usai penutupan seluruh SPBU Total di Indonesia ini, Magda menegaskan, semua SPBU Total di Indonesia sebelumnya memang dioperasikan melalui sistem Company Owned Dealer Operated (CODO).

"(Terkait soal) karyawan, sebagai informasi, SPBU Total dioperasikan dengan sistem CODO," ujarnya.

Diketahui, sistem operasional CODO atau Company Owned Dealer Operated dalam bisnis SPBU, merupakan jenis SPBU yang pengelolaannya dikerjasamakan antara perusahaan. Dalam hal ini PT Total Oil Indonesia, dengan pihak-pihak tertentu.

Bentuk kerja sama CODO itu sendiri diketahui dapat berupa kerja sama operasional, bahkan pemanfaatan lahan milik perusahaan ataupun individu untuk dibangun SPBU.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel