Begini Nasib Tiga Tersangka Kasus Perundungan Hingga Tewas di Tasikmalaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga orang anak di bawah umur yang menjadi tersangka kasus dugaan perundungan di Tasikmalaya dikembalikan kepada orang tua. Meski demikian, mereka akan tetap diawasi sesuai sistem Peradilan anak.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan Ada sejumlah alasan mengapa para tersangka dikembalikan ke pihak orang tuanya masing-masing, di antaranya adalah sistem peradilan terhadap anak berperkara hukum.

"Semua perkara melibatkan anak sebagai pelaku wajib didiversi, sistem peradilan anak memproses anak melalui pembinaan dan pengawasan," ujar dia, Rabu (27/7).

Pelaksanaan diversi dalam perkara perundungan tersebut sesuai rekomendasi Balai Permasyarakatan Kelas II Garut. Proses diversi itu dilakukan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Ketiganya akan tetap diawasi oleh balai pemasyarakatan (Bapas) selama tiga bulan ke depan. Pembinaan pun melibatkan Dinas Sosial dan lembaga perlindungan anak.

"Kemarin kesimpulannya akan dilaksanakan diversi pada lingkungan anak tersebut, disepakati diberikan kepada orang tua dalam pengawasan bapas," katanya.

Ibrahim melanjutkan pengembalian anak kepada orang tua masing-masing karena ancaman hukuman di bawah 7 tahun serta tidak mengulangi, sekaligus akan memudahkan proses pengawasan dan tidak berdampak buruk kepada anak-anak tersebut.

"UU itu spiritnya melihat masa depan generasi jangan satu proses merusak generasi, potensi perbaikan terhadap sumber daya manusia," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi kinerja aparat hukum dalam menyikapi kasus ini, terutama dengan penetapan status tersangka.

Meski ketiga anak tersebut sudah dikembalikan kepada orang tua, Ridwan Kamil menyarankan tetap harus ada sanksi yang bisa diberikan. Tentunya disesuaikan dengan usia mereka.

"Harus ada sanksi terhadap pelaku pembullyan, tinggal jenis sanksi dan hukumannya itu yang harus dicarikan seadil-adilnya tetapi jangan tidak diberi sanksi," ujar dia di Gedung Sate.

"Salah satu contoh kalau dari saya apakah dikeluarkan dari sekolah, diturunkan kelasnya, tetap harus ada efek jera walaupun dia anak-anak," ia melanjutkan.

Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi para orang tua yang lain dalam mengawasi anak-anaknya dalam bersosial, terutama edukasi mengenai perundungan yang masuk kategori perbuatan tak baik.

"Jadi saya mengapresiasi, tinggal hukumannya saja yang harus (sesuai), tetapi bahwa sudah jadi tersangka saya kira pembelajaran buat orang tua ya," pungkasnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel