Begini Penampakan Rumah Private Party di Depok, Mewah Ada Lift hingga Kolam Renang

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah rumah besar berlantai dua di Perumahan Pesona Depok Estate Blok AH, Depok, Jawa Barat, sempat dijadikan sebagai private party remaja pada Sabtu (4/6) malam. Para muda mudi yang ikut dalam kegiatan tersebut harus membayar tiket sudah disediakan panitia mulai dari Rp300 ribu hingga Rp8 juta.

Dengan sudah membeli tiket telah disediakan panitia, para remaja itu dapat mengikuti private party di rumah mewah tersebut. merdeka.com, mendatangi lokasi rumah yang keberadaannya tak jauh dari Terminal Terpadu Kota Depok tersebut.

Pantauan di lokasi, rumah bercat putih dan abu-abu itu terlihat mewah. Terdapat lift di dalam rumah untuk ke lantai dua yang dipakai sebagai aula.

rumah tempat private party di depok
rumah tempat private party di depok

Nur Habibie

Lift itu terletak di pojok rumah. Di depan lift terdapat pohon palem. Lift itu dapat dilihat jelas orang lain dari luar rumah. Sebab rumah itu hanya diselimuti lapisan kaca dengan list besi hitam pada bagian liftnya.

Lokasi rumah yang berada di pojok tersebut diketahui tidak memiliki gerbang alias terbuka. Namun, tak sembarang orang dapat memasuki rumah itu. Pengunjung harus mendapatkan izin dari penjaga rumah yang tinggal di sebuah pos yang ada di depan sebelah kanan rumah.

rumah tempat private party di depok
rumah tempat private party di depok

Nur Habibie

Tak hanya memiliki aula di lantai dua, rumah yang berada di atas garasi mobil bercat putih abu-abu tersebut juga dilengkapi kolam renang. Kolam renang itu terletak di samping rumah dan dijaga penjaga rumah.

Terlihat empat ayunan di area kolam renang. Berbagai tanaman atau pohon seperti jeruk, sawo mangga dan lainnya juga tumbuh rimbun.

rumah tempat private party di depok
rumah tempat private party di depok

Nur Habibie

Rumah itu memang kerap disewakan untuk pelbagai acara keluarga dan kampus. Untuk dapat menikmati fasilitas rumah itu, masyarakat lebih dulu membayar sebesar Rp4,5 juta hingga mencapai Rp8 juta. Harga itu sudah ditentukan pemilik ataupun penjaga rumah.

"Kalau mahasiswa Rp 4,5-5 juta. Kalau bukan mahasiswa Rp15 jutaan," kata Tiar si penjaga rumah.

Namun Tiar mengaku tak tahu bahwa rumah dijaganya dijadikan tempat party para remaja. Tiar mengaku dibohongi remaja yang datang mengadakan acara private party tersebut.

Kepada Tiar, para remaja itu mengaku sebagai mahasiswa yang akan mengadakan acara ulang tahun.

"Saya juga kena tipu sama mereka. Awalnya mereka bilang dari kampus buat acara ulang tahun, makanya harga juga untuk pelajar, ternyata malah acara kaya gitu," ujar Tiar.

Bukan Pesta Bikini

Kendati demikian, Tiar menegaskan yang hadir malam itu tidak ada yang mengenakan bikini. "Celana pendek doang, bukan bikini. Saya keberatan banget karena merugikan saya," ungkapnya.

Rumah bercat putih dan abu-abu itu memang sering digunakan untuk keperluan acara keluarga dan kampus. Harga yang ditawarkan berbeda-beda. "Kalau mahasiswa Rp 4,5-5 juta. Kalau bukan mahasiswa Rp15 jutaan," ucapnya.

Dia mengaku banyak kejanggalan terjadi sebelum acara digelar. Salah satunya pemesanan tempat yang dilakukan mendadak hingga tidak adanya persiapan acara pada H-1.

"Acara itu aneh, serba dadakan. Mereka nyewanya dua atau tiga hari sebelum acara, kaya tergesa-gesa gitu. Ngomongnya acara jam 8 malam, tapi jam 5 sore belum ada persiapan," bebernya.

Tiar menceritakan, mulanya ada dua orang yang menghubunginya untuk menyewa rumah dua lantai itu. "Jadi pertama ada perempuan yang ngehubungin, kemudian kedua lain orang," jelasnya.

Saat acara digelar, Tiar mengaku sempat heran dengan penyelenggaraan acara itu. "Sempat sih (menegur) tapi kan udah banyak begitu mau bubarin (susah). Akhirnya datang dari pihak polres," jelasnya.

Malam itu diperkirakan 400 orang yang datang. Area parkir pun penuh hingga ke lantai dua. "Kemarin hampir 400, sedangkan kapasitas di sini cuma 100 orang," ungkapnya.

Dia mengakui ada temuan minuman keras saat pesta. "Minuman keras," katanya.

Tes Urine Negatif

Hal itu pun dibenarkan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno. Dari tes urine yang dilakukan acak, tidak ditemukan pengunjung yang positif narkotik.

"Di sana memang terdapat pesta di dalam suatu rumah, ada minuman keras juga. Untuk narkoba memang sudah dilakukan tes urine random beberapa pengunjung. Tidak ditemukan positif narkoba," jelasnya.

Dia menegaskan, pesta tersebut bukan bikini party. Tidak ada pengunjung yang mengenakan pakaian renang pada malam itu. Namun memang kebanyakan pengunjung menggunakan pakaian seksi.

"Bukan pesta bikini. Mengenakan pakaian, nggak ada yang pakai bikini, tapi bisa dikatakan seksi," pungkasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel