Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar

TEMPO.CO, Tangerang - Kepolisian Resor Kota Tangerang menggerebek CV Cahaya Logam, produsen aluminium balok dan panci, Jumat, 3 Mei 2013. Berada di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Sepatan, pabrik ini milik Yuki Irawan. Di pabrik yang sudah operasi selama 1,5 tahun itu, polisi menemukan 25 buruh yang disekap. Sebagian besar dari mereka berpakaian kumal, menderita penyakit kulit, dan kelopak mata gelap.

"Bahkan ada empat buruh berusia di bawah 17 tahun," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Shinto Silitonga.

Selama berbulan-bulan disekap, mereka tidak mendapatkan gaji. Barang pribadi, seperti dompet dan telepon genggam, pun disita Yuki. Sedangkan untuk tidur, mereka rebahan di atas tikar, dalam ruangan tertutup seluas 8 x 6 meter. Suasana kamar gelap dan lembap. Sedangkan kamar mandi kotor, tidak terawat. "Yuki memperlakukan karyawan sangat tidak manusiawi.”

Penyekapan buruh pabrik panci terkuak setelah dua buruh, Andi Gunawan, 20 tahun, dan Junaidi, 22 tahun, melarikan diri. Keduanya sudah bekerja selama tiga bulan di sana. Junaidi kabur pada 22 April 2013. Sebelum lari, ia bekerja seperti hari-hari sebelumnya.

Bersama ke-25 buruh lainnya, Junaidi diangkut dari pabrik pembuatan panci di Sepatan ke pabrik pengolahan limbah aluminium di Dadap, Kosambi. Sekitar subuh, mereka berangkat dengan mobil boks yang dikunci dari luar. Dari pukul 06.00-24.00, mereka bekerja di pabrik pengolahan limbah Dadap. Kala itulah Junaidi melompati tembok, menerobos semak-semak, lari ke jalan tol, dan menumpang kapal di Pelabuhan Merak sampai Lampung.

Sesampai di kampung halaman, Junaidi melaporkan kasusnya kepada Sobri, Kepala Desa Blambangan, Lampung Utara. Sobri semakin yakin dengan cerita Junaidi setelah mendapatkan laporan serupa dari Andi Gunawan. "Saya geram," ujar Sobri.

Seperti Junaidi, Andi Gunawan melarikan diri dan menumpang truk di jalan tol, lantas menyeberang ke Bakauheni. Kemudian pulang ke kampung halamannya di Kotabumi, Lampung. "Saya bingung, khawatir bercerita kepada orang tua, takut mereka tidak percaya," kata Andi kepada Tempo, Jumat, 4 Mei 2013, di Mapolres Tangerang, Tigaraksa.

Andi baru berani menceritakan penyiksaan yang dialaminya setelah bertemu Junaidi, yang sudah duluan melapor ke polisi. Barulah Andi mengikuti jejak Junaidi melapor ke polisi.

Kini, polisi menetapkan lima tersangka: Yuki Irawan, 41 tahun, pemilik pabrik, dan empat anak buahnya: Tedi Sukarno (35), Sudirman (34), Nurdin alias Umar (25), dan Jaya (30). Mereka dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana karena merampas kemerdekaan orang lain dan melakukan penganiayaan. Serta melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak sebab mempekerjakan empat anak di bawah umur.

AYU CIPTA | JONIANSYAH | NIEKE

Topik Terhangat:

Pemilu Malaysia | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

Referensi:

Ini Kata Polisi yang Pernah ke Pabrik Panci

Bos Pabrik Panci Pernah Jadi Bandar Pilkades

Ini Motif Perbudakan Buruh Panci di Tangerang

Begini Para Buruh Panci Itu Disiksa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.