Begini Proses Pengunduhan Data FDR Sriwijaya Air SJ-182

Syahrul Ansyari, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA - Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerima black box yaitu Flight Data Recorder (FDR) Pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di perairan laut Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, menjelaskan proses pengambilan data yang ada di dalam tempat tersebut.

"Proses diawali dengan mengambil mengeluarkan memori unit tersebut dan kemudian dibersihkan dari kotoron, utamanya dari garam karena unit ini pernah terendam di laut, dibersihkan dengan menggunakan air suling kemudian dengan menggunakan alkohol," kata Nurcahyo dalam video pendek dari KNKT di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.

Baca juga: 141 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Dievakuasi

Seteleh dibersihkan, dilanjutkan dengan proses pengeringan dengan menggunakan oven khusus selama 8 jam, dan selanjutnya setelah kering pengunduhan data yaitu menghubungkan memori unit ini dengan unit flat data recorder yang masih bagus untuk diunduh datanya.

"Ini sama kita mengunduh data dari satu memori card atau suatu CD menggunakan player yang masih bagus," katanya.

Ia menuturkan bahwa proses pengunduhan datanya diperkirakan memakan waktu dua jam apabila semuanya berjalan lancar tanpa kendala.

Sebelum itu, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah berhasil menemukan dan mengevakuasi kotak hitam atau black box Pesawat Boeing 737-500, milik maskapai Sriwijaya Air, SJ-182 yang jatuh dan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Kotak hitam Sriwijaya Air, SJ-182 yang ditemukan yakni Flight Data Recorder (FDR). Benda terpenting untuk mengungkap penyebab kecelakaan itu ditemukan pasukan penyelam dari Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) Komando Armada (Koarmada) I, TNI Angkatan Laut, pada Selasa sore, 12 Januari 2021.

FDR ditemukan oleh Kepala Tim Penyelam, Mayor Iwan Churniawan, di dasar laut di sekitar titik jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, SJ-182. (ase)