Begini Prospek Saham Emiten RS hingga Akhir 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten rumah sakit membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2021. Hal itu ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba.

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) membukukan pendapatan jasa Rp 438,11 miliar pada semester I 2021. Pendapatan jasa naik 103,14 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 215,66 miliar.

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 98,64 miliar pada semester I 2021.Pencapaian ini berbeda dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 47,44 miliar.

PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) membukukan pendapatan sebesar Rp 3,81 triliun atau naik 51,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 2,51 triliun. Siloam meraih laba bersih Rp 292 miliar pada semester I 2021

Selain itu, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 3,09 triliun sepanjang enam bulan pertama 2021. Pendapatan naik 78,86 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,73 triliun.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 422,50 persen menjadi Rp 544,65 miliar pada enam bulan pertama 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 104,23 miliar.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, faktor yang mendorong kinerja emiten pengelola rumah sakit saat ini disumbang oleh kasus COVID-19 yang masih tinggi. Sementara masih belum diketahui kapan pandemi akan berakhir.

"Prospeknya masih menarik di tengah kondisi pendemi ini yg belum selesai. Faktor yang mempengaruhi kinerjanya masih seputar pasien-pasien yang masih banyak. Terutama pasien COVID-19 menjadi penopang kinerjanya juga,” kata dia kepada Liputan6.com, Selasa (14/9/2021).

Selain itu, Sukarno mengatakan tingkat kunjungan ke rumah sakit tiap tahun juga masih tinggi. Sehingga sektor ini masih tetap menarik meskipun pandemi selesai.

Namun demikian, untuk tahun depan diperkirakan pertumbuhan kinerjanya tidak semoncer tahun ini. Hal itu merujuk pada asumsi jika vaksinasi rampung tahun depan.

"Untuk next year, kemungkinan proyeksi kinerjanya tidak akan tinggi dari tahun ini. Dengan asumsi vaksinasi telah selesai tahun depan,” kata dia.

Sejumlah saham emiten pengelola rumah sakit yang bisa dicermati saat ini, antara lain; Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). “SILO, MIKA, SAME masih bisa di-hold,” imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham Emiten RS

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip data RTI, dari sejumlah saham emiten yang mengelola rumah sakit, hanya saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang melemah. Sepanjang tahun berjalan 2021, saham MIKA turun 13,19 persen ke posisi Rp 2.370 pada Senin, 13 September 2021.

Saham MIKA berada di posisi tertinggi Rp 3.220 dan terendah Rp 2.200 per saham. Volume perdagangan 5,25 miliar saham dan transaksi Rp 14 triliun. Sedangkan price earning ratio (PER) berdasarkan kuartal terakhir di 27,91 kali.

Saham emiten rumah sakit pendatang baru PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatat kenaikan tertinggi. Saham BMHS melonjak 226,47 persen ke posisi Rp 1.110 per saham. PER saham BMHS per 30 Juni 2021 di posisi 34,84 kali.

Padahal saham BMHS baru mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2021. Harga saham perdana BMHS sebesar Rp 340, dan perseroan meraih dana Rp 231,88 miliar dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Kemudian saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) melonjak 84,93 persen ke posisi Rp 540 per saham. Saham SAME berada di level tertinggi Rp 815 dan terendah Rp 286 per saham. PER saham SAME 44,58 kali.

Saham SILO hingga HEAL

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selain itu, saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik 60 persen ke posisi Rp 8.800 per saham sepanjang semester I 2021. Saham SILO sentuh level tertinggi Rp 11.150 dan terendah Rp 4.520 per saham. PER saham SILO 24,37 kali.

Penguatan saham ini juga diikuti saham PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menguat 39,22 persen sepanjang tahun berjalan 2021. Saham SRAJ ditutup ke posisi Rp 284 per saham pada perdagangan Senin, 13 September 2021. Saham SRAJ berada di level tertinggi Rp 575 dan terendah Rp 147 per saham. PER saham SRAJ tercatat 12,43 kali.

Saham PRIM melambung 35,34 persen ke posisi Rp 314 per saham pada perdagangan sepanjang tahun berjalan 2021. Saham PRIM sentuh posisi tertinggi Rp 625 dan terendah Rp 172 per saham. PER saham PRIM ditransaksikan 18,11 kali.

Selain itu, saham PT Metro Health Care Indonesia Tbk (CARE) menguat 30,43 persen ke posisi Rp 420 per saham pada 2021. Saham CARE berada di posisi tertinggi Rp 430 dan terendah Rp 284 per saham. PER saham CAR sekitar 422 kali.

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melakukan stock split atau pemecahan nilai nominal saham pada 2021. Perseroan melakukan stock split dengan rasio 1:5. Dengan demikian nilai nominal saham dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham.

Jumlah saham menjadi 14,89 miliar saham. Awal perdagangan saham dengan nominal baru di pasar negosiasi dan regular dilakukan pada 30 Juli 2021 dan pasar tunai pada 3 Agustus 2021.

Pada penutupan perdagangan Senin, 13 September 2021, saham HEAL turun 1,6 persen ke posisi Rp 1.220 per saham dengan nilai transaksi Rp 12,2 miliar dan frekuensi perdagangan 2.550 kali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel