Begini Skenario Cegah Kemacetan Mudik Akibat Sistem One Way di Pantura-Pansela

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah memprediksi kebijakan one way atau satu arah bisa menyebabkan kepadatan di sejumlah jalur pantai utara (Pantura) dan pantai selatan (Pansela). Pihaknya telah menyiapkan skenario untuk mengurai kepadatan arus tersebut.

"Kami prioritaskan dari Jakarta yang arah ke Jawa Tengah kita alihkan jalurnya ke jalur selatan untuk memecah kepadatan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Agus Suryo Nugroho usai pengecekan kesiapan Gerbang Tol Kalikangkung, Rabu (27/4).

Terkait teknik one way, polisi juga membeberkan prioritas jalur tol A dan B akan mengarah ke Jateng. "Kemudian yang C arah Barat, kami keluarkan ke exit tol, akan kami clear-kan. Sehingga dua arus itu akan digunakan untuk one way sampai Tol Kalikangkung. Ini sudah dilakukan Tactical Floor Game (TFG) dari personel kepolisian dalam menyiapkan kebijakan rekayasa lalu lintas one way serentak. Sehingga ini integrasi dengan one way," tutupnya.

Saat ini, kata Agus, belum terjadi lonjakan arus mudik yang signifikan di Jateng. Meski diakui peningkatan kendaraan pemudik berkisar antara 9-15 persen.

Pihaknya juga telah menyediakan 258 pelayanan (pospam) di sepanjang rest area untuk melayani pemudik. Petugas bersiaga untuk membantu pemudik jika terjadi kecelakaan atau kepadatan lalu lintas.

"Di sana ada Pos Pam ada pelayanan dan pengamanan, termasuk gerai vaksinasi untuk pemudik. Ada juga tim urai manakala terjadi kecelakaan, dia akan datang ke Tempat Kejadian Perkara segera, dan akan menangani arus jika terjadi keterlambatan," jelasnya.

Mengenai kendaraan berat bakal akan dikeluarkan dari ruas jalan tol. Termasuk truk gandengan dan truk tronton. Aturan ini sesuai yang diatur pada Surat Edaran (SE) Nomor 45.

“Kecuali pengangkut sembako minyak dan sebagainya, diperbolehkan,” ujarnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel