Begini Suasana Akses Rumah Lukas Enembe Dijaga Massa Pendukung

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (3/11). Tim penyidik dipimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri dan didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Mayjen TNI Gustav Agus Irianto.

Pantauan merdeka.com, rombongan KPK meninggalkan Mapolda Papua pada pukul 12.15 WIT. Mereka naik mini bus yang telah disiapkan untuk mengantar ke rumah Lukas.

Sementara itu, dalam radius beberapa meter, rumah Lukas sudah dijaga massa pendukung. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan. Mereka membekali diri dengan senjata tradisional termasuk jubi atau panah.

Sebuah alat berat ekskavator juga terlihat di jalan menuju rumah Lukas. Personel Brimob dikerahkan untuk mengamankan lokasi.

Suasana sempat tegang ketika para personel Brimob datang. Personel yang datang dari arah jalan masuk, disambut oleh massa pendukung Lukas dari arah rumah Lukas.

suasana di jalan menuju rumah lukas enembe
suasana di jalan menuju rumah lukas enembe

©2022 Merdeka.com

Massa berlari sambil berteriak dan mengangkat senjata tradisional. Kedua pihak hanya dibatasi oleh ekskavator yang sebelumnya digunakan untuk memalang jalan masuk.

Setelah terjadi konfrontasi, suasana akhirnya mereda. Jalan masuk steril. Polisi berjaga mulai dari jalan poros. Jarak jalan masuk dari jalan poros menuju rumah Lukas berkisar dua kilometer.

Bahkan mulai sejak di jembatan merah, polisi mengarahkan masyarakat untuk tidak melintas terlebih dahulu.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan akan memberikan keterangan setelah kembali dari rumah Lukas Enembe.

"Nanti saja, balik dari kediaman Pak Lukas, baru bertanya ya," ucap Mathius. [cob]