Begini Upaya NASA Agar Asteroid Tidak Menabrak Bumi

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) Amerika Serikat (AS) akan menabrakkan kendaraan ruang angkasanya ke sebuah asteroid bernama Dimorphos.

Meski asteroid yang berjarak 11 juta kilometer dari bumi itu tidak mengancam manusia, namun NASA ingin mengetahui dampak tabrakan terhadap perubahan lintasan asteroid dan perubahan kecepatan. Menurut NASA jika terjadi perubahan kecepatan dan lintasan, maka asteroid dapat meleset dari Bumi.

Misi tabrakan ke Dimorphos yang dinamakan Tes Pengalihan Asteroid Ganda (DART) akan menguji teori ini dengan tabrakan langsung ke asteroid sebesar 160 meter itu dengan kecepatan lebih dari 20.000 km/jam.

"DART adalah misi uji pertahanan planet pertama yang mendemonstrasikan tubrukan pesawat ruang angkasa ke asteroid untuk memindahkan posisi asteroid itu sedikit di luar angkasa," jelas pemimpin misi, Dr Nancy Chabot dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, dilansir BBC, Senin (26/9).

"Ini adalah hal semacam, jika Anda perlu, yang akan Anda lakukan bertahun-tahun sebelumnya untuk memberikan dorongan kecil pada asteroid untuk mengubah posisinya sehingga Bumi dan asteroid tidak akan berada di jalur tabrakan," lanjutnya.

Tubrukan ke Dimorphos sendiri menjadi tantangan besar sebab dalam 50 menit terakhir sebelum tubrukan, DART harus dapat membedakan Dimorphos dengan asteroid Didymos yang berukuran 780 meter agar tidak salah tabrak.

"Karena kecepatan cahaya dan jarak yang terlibat, sungguh tidak mungkin ada pilot yang duduk untuk mengendalikan pesawat ruang angkasa. Tidak ada cukup waktu untuk merespons," kata Dr Tom Statler, ilmuwan program DART di NASA.

"Kami harus mengembangkan perangkat lunak yang dapat menjelaskan gambar yang diambil oleh pesawat ruang angkasa, mencari tahu apa target yang tepat dan membuat manuver koreksi arah dengan menembakkan pendorong," lanjutnya.

Perangkat lunak itu mampu memfoto Dimorphos dengan kecepatan satu per detik saat akan menabrak.

Untuk mengukur perubahan kecepatan dan lintasan, DART telah melepas CubeSat (satelit kecil) bernama LiciaCube yang berbobot 14 kilogram. LiciaCube akan memfoto Dimorphos 3 menit setelah tabrakan dari jarak 50 kilometer.

"Waktu ini telah dipilih untuk memungkinkan semburan ejecta (partikel tubrukan) yang dikembangkan sepenuhnya, karena salah satu kontribusi utama LiciaCube adalah mendokumentasikan semburan untuk mendukung pengukuran parameter yang mengkonfirmasi defleksi orbit," jelas Simone Pirrotta dari Badan Ruang Angkasa Italia.

Kini NASA bersiap untuk melihat tabrakan yang direncanakan terjadi Selasa 27 September pukul 23.14 GMT atau 06.14 WIB menggunakan teleskop James Webb.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]