Beginilah Kondisi Orang Kafir di Alam Kubur Hingga Kiamat

Dian Lestari Ningsih, maschunsofwan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pertanggungjawaban umat manusia dimulai sejak dia berada dalam alam kubur. Tak terkecuali bagi mereka yang semasa hidupnya kufur terhadap risalah tauhid Allah SWT. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziy mengisahkan tentang prosesi seorang hamba yang kafir ketika nyawanya dicabut hingga mendapatkan pertanyaan di dalam kubur.

Kisah ini diambil dari hadis al-Bara bin Azib. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW mendatangi mereka yang sedang mengurus jenazah di Baqi' al-Garqad. Rasulullah SAW berkata, “Jika hamba itu menuju akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya dengan wajah menghitam. Malaikat itu membawa kain tenun yang kasar. Mereka duduk sejauh mata memandang. Malaikat pencabutnya datang hingga duduk di dekat kepalanya seraya berkata, "Hai jiwa yang kotor, keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya."

Ruhnya lantas berpencar-pencar di badannya. Malaikat itu pun mencabut rohnya sebagaimana dia mencabut besi tusuk dari kain wol yang basah. Jika malaikat pencabut nyawa sudah mengambil rohnya, malaikat lain tidak membiarkan roh itu ada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata pun hingga mereka meletakkannya di atas kain itu.

Kain itu mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai di bumi. Para malaikat membawanya naik. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, "Apa bau yang busuk ini?" Para malaikat yang membawa rohnya menjawab, "Dia fulan bin fulan."

Sebutannya begitu buruk sebagaimana namanya dipanggil di dunia. Langit itu tidak terbuka ketika diminta untuk dibukakan baginya. Rasulullah SAW pun membacakan ayat, "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak (pula) mereka masuk ke surga hingga unta masuk ke lubang jarum." (QS al-Araf: 40).

SUMBER ASLI