BEI Bakal Luncurkan Indeks Syariah Baru Saat Momen Ramadan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berencana meluncurkan indeks syariah baru pada momentum Ramadan. Indeks tersebut yakni IDX BUMN Smash 17.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menuturkan, IDX BUMN Smash 17 akan berisi 17 saham syariah BUMN yang sudah terseleksi baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun likuiditasnya. Saham yang terpilih juga sudah tersaring dari sisi kewajaran transaksi dan kinerja fundamental.

"Jadi nanti indeks saham Syariah baru ini akan berisi 17 saham terbaik BUMN yang masuk kategori efek syariah,” kata Hasan dalam diskusi virtual 1 Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah, Rabu (7/4/2021).

Adapun pengumuman peluncuran indeks syariah baru ini telah disampaikan sejak 29 Maret 2021. IDX Smash 17 akan diluncurkan satu bulan usai tanggal pengumuman tersebut, yang jatuh pada 29 April 2021.

“Pengumumannya sudah kita lakukan di tanggal 29 Maret yang lalu, karena tepat satu bulan setelahnya di tanggal 29 April 2021 kita berencana bersama MES nanti akan meluncurkan indeks baru ini yaitu IDX Smash 17 tadi,” kata Hasan.

Lengkapi Tiga Indeks Syariah

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4).  Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kehadiran indeks ini akan melengkapi tiga indeks syariah lain yang sudah ada di bursa, yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII) dan Jakarta Islamic Index 70 (JII 70). BEI berharap indeks ini dapat disambut baik oleh pelaku pasar modal.

"Harapannya, mudah-mudahan indeks baru ini melengkapi tiga indeks saham syariah sebelumnya dan akan disambut baik terutama oleh para pengelola dana, manajer investasi dan investor untuk menjadikan ini sebagai alternatif investasi Syariah di luar yang sudah ada saat ini,” kata Hasan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini