BEI: Dampak "Shutdown" AS Minim

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

Jakarta (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai dampak penghentian kegiatan operasional (shutdown) di Amerika Serikat (AS) cenderung minim ke pasar modal Indonesia.

"Investor Indonesia tidak perlu khawatir terhadap `shutdown` AS, karena akibatnya kepada Indonesia secara langsung bisa dikatakan minim," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Jumat.

Ia menceritakan bahwa pada tahun 1995-1996 lalu, AS juga pernah mengalami hal seperti saat ini, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI tetap bergerak positif.

"Secara historis indeks BEI tetap naik," ucapnya.

Kendati demikian, Ito mengatakan, pelaku pasar keuangan di Indonesia juga harus tetap mencermati dampaknya jika kegiatan operasional AS berhenti secara berkepanjangan, tentunya kondisi itu akan berdampak pada perlambatan ekonomi global.

"Yang harus kita lihat adalah kalau `shutdown` pemerintah AS berkepanjangan, pasti kegiatan ekonomi AS akan terhambat dan efeknya juga akan ke ekonomi global, dan otomatis Indonesia juga pasti terasa," ujarnya.

Ito juga mengatakan bahwa saat ini nilai tukar rupiah sedang mengalami penguatan terhadap dolar AS akibat "shutdown" AS itu.

"Dampak dari `shutdown` itu juga terasa ke nilai tukar domestik yang menguat, namun yang perlu dicermati apakah penguatan itu secara struktural, nilai tukar harus menguat secara struktural yakni dengan memperbaiki defisit neraca perdagangan dan neraca perdagangan berjalan," paparnya.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan "shutdown" ekonomi AS tidak menurunkan minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

"Sampai saat minat IPO masih cukup tinggi, diperkirakan masih ada beberapa perusahaan lagi yang minat untuk IPO hingga akhir tahun ini," kata dia.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...