BEI: Gejolak Saham Bukan Alasan Tunda IPO

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kondisi pasar saham yang sedang bergejolak bukan alasan perusahaan untuk menunda pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO).

"Dikabarkan ada beberapa perusahaan menunda IPO-nya karena gejolak saat ini, tetapi siapa yang bisa memperkirakan pergerakan saham, buktinya hari ini (24/5) indeks BEI dibuka naik," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan dalam pekan ini juga ada beberapa perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Kondisi itu menunjukan masih cukup positifnya industri pasar modal Indonesia.

"Sejauh ini bursa kita masih positif, masih cukup banyak perusahaan yang mencari dana di pasar modal untuk melakukan ekspansi," kata dia.

Ia mengemukakan pada pekan ini beberapa perusahaan yang rencananya akan melaksanakan pencatatan saham di BEI, yakni PT Semen Baturaja, PT Saratoga Investama Sedaya, dan PT Nusaraya Cipta.

Sementara itu, Direktur Utama ACST, Tan Tiam Seng Ronnie mengatakan tujuan perusahaan melakukan IPO untuk mendapatkan pencapaian kinerja yang lebih baik, transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas serta mendapatkan dana dari pasar modal.

Ia memaparkan dengan pelaksanaan IPO ini, perseroan mendapatkan dana dari pasar modal senilai Rp387,5 miliar, dan rencananya sebanyak 57,5 persen akan digunakan perseroan sebagai modal kerja.

Sekitar 30 persen akan digunakan untuk pembayaran utang perbankan dan sisanya banyak 12,5 persen akan digunakan sebagai belanja modal perusahaan.

Hari ini saham ACST resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan melepas 150 juta lembar saham atau 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada perdagangan perdana saham ACST dibuka naik sebesar Rp100 atau empat persen dari harga penawaran di level Rp2.500 per lembar saham. ACST merupakan saham ke 14 yang masuk bursa di sepanjang tahun ini.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler