BEI Gembok Perdagangan Saham GDYR, Begini Penjelasan Goodyear

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), Senin, 1 Maret 2021, seiring terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Melihat hal tersebut, Randeep S. Kanwar, Direktur Utama PT Goodyear Indonesia Tbk menuturkan, bila pengumuman pemegang saham mayoritas perusahaan, The Goodyear Tire and Rubber Company memberikan informasi terkait rencana akuisisi Cooper Tire and Rubber Company. Hal ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor pada emiten berkode GDYR.

"Perseroan berkomitmen untuk selalu mengungkapkan setiap fakta atau informasi material PT Goodyear Indonesia Tbk kepada pemegang saham sesuai peraturan yang berlaku. Kami memahami pentingnya penangguhan oleh BEI dan sepenuhnya mematuhi setiap keputusan yang diambil untuk kepentingan stabilitas pasar modal Indonesia,” kata Randeep.

Selama minggu terakhir Februari, harga saham GDYR naik signifikan, hampir menyentuh 100 persen atau lebih tepatnya 99,29 persen. Kenaikan saham ini membuat BEI resmi memasukkan saham GDYR ke dalam daftar UMA (unusual market activity) per Kamis, 25 Februari 2021.

"Kami optimis dengan tahun 2021. Aksi korporasi baru-baru ini yang dilakukan oleh perusahaan induk kami menunjukkan pendekatan positif dan progresif karena menggabungkan dua portofolio merek yang saling melengkapi,” ujar Randeep.

BEI kembali membuka perdagangan saham Goodyear Indonesia pada sesi I Selasa, 2 Maret 2021, sejak itu saham perusahaan ban tersebut secara perlahan kembali stabil.

"Meskipun dampak dari akuisisi yang direncanakan pada pasar lokal Indonesia belum diketahui hingga tahap ini, namun kami pasti akan terus meningkatkan kualitas di dalam negeri, dengan memberikan inovasi kepada pelanggan kami. Goodyear Indonesia Tbk tetap berkomitmen untuk bersikap terbuka, transparan, dan fokus dalam menjalankan strategi yang menguntungkan pemegang saham kami," tuturnya.

Goodyear Akuisisi Perusahaan Ban Amerika Serikat

Ilustrasi Akuisisi, Kesepakatan Bisnis
Ilustrasi Akuisisi, Kesepakatan Bisnis

Sebelumnya, Goodyear Tire & Rubber Co secara resmi akuisisi perusahaan ban asal Amerika Serikat (AS), Cooper Tire & Rubber Co.

Pengumuman tersebut dilansir melalui website resmi Good year, Selasa, 23 Februari 2021, Produsen ban terbesar ketiga di dunia ini mengaku, nilai akuisisi yang harus dikeluarkan mencapai USD 2,5 miliar atau setara dengan setara Rp 35 triliun.

Dalam keterangannya, Goodyear juga menegaskan, akan memperluas penawaran dan menjadikan kedua merek tersebut perusahaan yang lebih kuat.

Dewan Direksi juga sepakat, saham Cooper akan dijual USD 41,75 per saham dengan rasio pertukaran tetap, yakni 0,907 saham.

Bergabungnya kedua perusahaan membuat Goodyear memiliki sekitar 84 persen perusahaan gabungan dan sisa 16 persen diberikan pada pemegang saham. Kesepakatan itu secara resmi ditutup pada paruh kedua 2021 untuk menunggu persetujuan peraturan dan pemegang saham.

Selain itu, kedua perusahaan juga yakin mampu menghemat dana hingga USD 165 juta setelah dua tahun memutuskan merger.

Hal ini karena, penggabungan fungsi kedua perusahaan, penelitian dan pengembangan serta pengadaan di seluruh manufaktur atau pabrik yang dimiliki. Dalam hal ini, perusahaan juga melihat peluang untuk memanfaatkan sistem produksi gabungan keduanya.

"Kami mengembangkan rencana bisnis, kami akan mulai melihat peluang apa, termasuk pertumbuhan pendapatan dan termasuk bagaimana memanfaatkan lebih baik jejak produksi gabungan, yang mungkin bisa kami dapatkan. Kami benar-benar merasa peluang itu akan ada," kata Richard J. Kramer, Chairman dan Chief Executive Officer Goodyear.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini