BEI optimistis jumlah perusahaan IPO pada 2022 lampaui tahun lalu

Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis jumlah perusahaan yang akan melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 2022 akan melampaui jumlah perusahaan yang IPO pada tahun lalu.

"Dari sisi jumlah perusahaan tercatat, kemarin kita hasilkan 54, kita akan lebih tinggi dari itu. Untuk saham sudah tercatat 21 dan di pipeline ada 40, itu pun sedang di paruh tengah. Masih ada windows enam bulan lagi di depan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat jumpa pers daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Pasar modal Indonesia pada 2021 mulai mengalami pemulihan dan terus bertumbuh. Hal itu terlihat pada akhir 2021 yang ditutup oleh kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai posisi 6.581,5 atau naik 10,1 persen (yoy), setelah mengalami penurunan pada masa pandemi 2020.

Adapun total nilai kapitalisasi pasar saham pada akhir 2021 tercatat sebesar Rp8.255,62 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 18,4 persen (yoy). Dari segi likuiditas perdagangan efek saham, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham pada 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 45,2 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp13,4 triliun.

Pada 2021, rerata frekuensi perdagangan harian saham mengalami kenaikan sebesar 91,1 persen (yoy) menjadi 1,29 juta transaksi per hari. Frekuensi perdagangan harian saham mampu menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI, yaitu 2.141.575 kali transaksi pada 9 Agustus 2021.

Selain itu, rerata volume perdagangan harian saham juga mengalami kenaikan sebesar 81,4 persen (yoy) menjadi 20,6 miliar saham per hari. Adapun pada 2021, volume perdagangan harian saham menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI, yaitu 50.982.543.199 saham pada tanggal 9 November 2021.

Dari sisi perusahaan tercatat, aktivitas jumlah pencatatan efek baru saham masih bertumbuh secara positif. BEI mampu mencatatkan 54 perusahaan tercatat baru dengan dana yang dihimpun atau fund raised mencapai Rp62,61 triliun yang merupakan nilai fund raised tertinggi sepanjang sejarah BEI. Hal itu menghantarkan jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 766 perusahaan tercatat pada akhir 2021.

Dari segi pengembangan investor, pada 2021 total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 7,49 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 93 persen (yoy). Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 3,45 juta investor atau naik 103,6 persen (yoy).

Untuk terus menjaga momentum pertumbuhan pasar modal, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) serta dukungan pemangku kepentingan, telah meluncurkan serangkaian inisiatif strategis pada 2021.

Dimulai dari Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC), peluncuran Whistle Blowing System (WBS), enhancement Sistem Penyelenggaraan Pasar Alternatif (SPPA), peluncuran Daftar Efek dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus “X”), hingga penutupan kode broker dan penyesuaian mekanisme perdagangan bersifat ekuitas, serta berbagai aktivitas pengembangan lain yang telah dilaksanakan oleh BEI pada 2021.

Baca juga: RUPST tetapkan Iman Rachman jadi Direktur Utama BEI
Baca juga: BEI tingkatkan perlindungan investor via penutupan kode domisili
Baca juga: Waran Terstruktur dinilai permudah investor diversifikasi portofolio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel