BEI: Perusahaan Pelayaran dan Perkebunan Merencanakan IPO

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia menyebutkan perusahaan pelayaran dan perkebunan merencanakan untuk melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau "initial public offering".

"Ada dua perusahaan yang akan melaksanakan IPO, perusahaan itu dari sektor pelayaran dan perkebunan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, nilai emisi dari penawaran umum saham perdana itu masing-masing diperkirakan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.

"Dari `mini expose`, sepertinya mereka bisa IPO antara Juli-September ini. Mereka menggunakan laporan keuangan Maret 2012," kata dia.

Ia menambahkan, sejauh ini BEI belum merevisi target jumlah emiten sebanyak 25 perusahaan yang akan melaksanakan IPO di 2012.

Sepanjang tahun ini tercatat sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya, yakni PT Mina Padi Investama (PADI), PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE), PT Surya Esa Perkasa (ESSA).

Kemudian, PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), dan PT Supra Boga Lestari (RANC), PT Trisula International Tbk (TRIS), dan PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX).

Sementara calon emiten BEI yang akan mencatatkan sahamnya sebanyak enam perusahaan, yakni Toba Bara Sejahtera direncanakan pada Jumat (6/7), MNC Sky Vision (9/7), Global Teleshop (10/7), Tri Banyan Tirta (10/7), Gading Development (11/7), dan Bank Jatim (12/7).

"Jika terealisasi pencatatan saham perusahaan itu ,maka ada 13 emiten. Artinya, satu semester ini setengah dari target Bursa sudah terlewati," ujar Hoesen.

Sebelumnya, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan terus mendorong perusahaan untuk melepas sahamnya ke publik atau melakukan IPO.

"Target Bursa sebanyak 25 emiten yang IPO, selain mencapai target, Bursa akan mencari perusahaan yang berkualitas jadi bukan hanya kuantitasnya saja," kata dia.

Ia mengatakan, dengan bertambahnya emiten berkualitas maka pasar saham akan terus berkembang seiring dengan pilihan investasi pelaku pasar yang bertambah.(rr)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler