BEI Sebut Pandemi COVID-19 Buat Investor Pasar Modal RI Meningkat

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bursa Efek Indonesia mengungkapkan dampak positif pandemi COVID-19 terhadap aktivitas investasi di pasar modal. Dampak itu baik dari sisi kenaikan investor maupun jumlah perusahaan yang melantai.

Direktur Utama PT BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, dari sisi jumlah investor hingga 27 Oktober 2020, mencapai 3,39 juta, meningkat hingga 37 persen dibandingkan jumlah investor sepanjang 2019 sebanyak 2,48 juta.

"Dengan adanya pandemi Alhamdulillah total investor pasar modal Indonesia meningkat signifikan," kata Inarno secara virtual, Senin, 30 November 2020.

Bahkan, Inarno melanjutkan, jumlah investor yang aktif bertransaksi setiap hari hingga November 2020 mencapai 84 ribu, meningkat hingga 53 persen dari catatan 2019 yang sebanyak 55 ribu.

Sementara itu, investor equity retail yang aktif harian juga meningkat signifikan, dari mulanya pada Januari 2020 sebanyak 51 ribu, naik 184 persen hingga November 2020 menjadi 148 ribu investor.

"Dengan adanya pandemi ini positif dari COVID-19 dengan adanya work from home segala macam orang mulai beralih ke saham," ungkap Inarno.

Sementara itu, dari sisi jumlah perusahaan yang melantai di bursa hingga 27 November 2020 dikatakannya mencapai 708 perusahaan, bertambah 46 perusahaan sepanjang tahun ini.

"Di awal tahun ini kita lihat bahwasanya pandemi tersebut sangat berpengaruh ke kita. Walaupun ada pandemi, appetite untuk IPO (Initial Public Offering) masih tinggi," ucap dia.

Inarno menekankan, secara umum BEI terpengaruh pandemi pada masa-masa awal saja, yakni pada Maret 2020 yang angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh 3.937,63.

"Terendah tahun ini di bawah 4.000 yaitu 3.937,63. Namun secara berkala ini kita lihat bahwasanya indeks kita berangsur-angsur pulih, kita lihat per Jumat kemarin sudah mencapai 5.783," tutur Inarno. (art)