BEI Segera Terapkan Free Float untuk Penghitungan Indeks, Bagaimana Langkah Manajer Investasi?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera menerapkan free float dalam penghitungan indeks untuk mengembangkan pasar modal Indonesia sehingga kegiatan perdagangan berjalan teratur, wajar dan efisien. Lalu bagaimana langkah manajer investasi (MI) dengan ada perubahan itu?

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto menuturkan,pihaknya tidak ada langkah spesifik untuk menyikapi perubahan dalam penghitungan indeks yang memakai free float. Ia menuturkan, penerapan free float sudah berlaku di IDX 30 dan LQ45 sejak 2019 sehingga reksa dana indeks juga sudah memakai free float.

"Perubahan menggunakan metode free float ini hanya ke indeks lain yang masih belum digunakan. Penggunaan free float memang sudah cukup umum dalam praktik dan sudah mempertimbangkan hal itu. Tidak ada langkah secara spesifik,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (6/6/2021).

Ia menambahkan, pemilihan saham lebih didasarkan pada aspek fundamental dan valuasi dari saham tersebut. “Bobot menjadi perhatian, tapi bukan yang utama, kecuali di reksa dana indeks, sudah diterapkan sejak 2019,” kata dia.

Rudiyanto mengatakan, pembobotan indeks ini berlaku untuk empat indeks yaitu Sri Kehati, Investor 33, Bisnis27, dan Pefindo I Grade.

"Penyesuaian akan dilakukan untuk reksa dana indeks dan ETF yang mengacu pada indeks di atas. Penyesuaian akan dilakukan dengan pembobotan baru yang mempertimbangkan free float,” ujar dia.

Ia mengatakan, penyesuaian pemakaian free float tersebut belum akan pengaruh ke IHSG mengingat belum berlaku di IHSG. Meski demikian, dengan metode free float dalam penghitungan indeks membuat pergerakan indeks akan lebih sesuai dengan realita di pasar seiring dihitung dari porsi saham yang dimiliki public.

BEI Terapkan Free Float untuk Penghitungan Indeks

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel