Bejat, Bapak di Gowa Perkosa Anak Kandung Selama 6 Tahun hingga Hamil

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi bejat dilakukan seorang ayah berinisial AS (44) terhadap anak kandungnya di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). AS memerkosa anak kandungnya sejak tahun 2016 silam.

Kasatreskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman mengatakan, tindakan rudapaksa AS terhadap anak kandungnya dilakukan saat korban masih duduk di bangku SMP. Tindakan rudapaksa dilakukan AS dilakukan saat korban masih tinggal di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Pelaku melakukan tindakan kejinya pada malam hari. Pelaku masuk ke kamar korban dan memaksa untuk berhubungan intim," ujar Boby saat jumpa pers di Mapolres Gowa, Senin (25/4).

Boby mengungkapkan korban sempat melawan, hanya saja di bawah ancaman ayahnya akhirnya hanya bisa pasrah. Boby mengungkapkan AS mengancam akan meninggalkan ibu korban.

"Perbuatan asusila pelaku dilakukan berulang kali, karena korban di bawah ancaman atau intimidasi hingga korban tak berdaya hingga saat itu korban merasa kesakitan dan alat vitalnya mengeluarkan darah," tutur dia.

Pada tahun 2018, kata Boby, korban bersama ibunya pindah ke Kecamatan Barombong, Gowa. Meski telah pindah, tindakan bejat AS terhadap anak kandungnya masih terus dilakukan.

"Jadi pasca-berpindah tempat tinggal, kembali terjadi persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban dengan cara dipaksa dan kembali diancam akan dipukul apabila tidak dilayani. Hal tersebut terjadi berulang kali setiap pelaku hendak memenuhi hasrat birahinya," ujar dia.

Korban Pindah Rumah

Boby mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan, tindakan rudapaksa dilakukan AS terakhir pada September 2021. Pada Oktober dan November 2021, korban seperti hamil karena jadwal datang bulan tidak normal.

"Selanjutnya pada tanggal 10 April 2022, korban menyampaikan kepada sepupunya bahwa sudah beberapa bulan tidak datang bulan. Perut korban diperiksa dan kemungkinan atau diduga hamil," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, AS terancam dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) Jo Psl 76D UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel