Bek Bali United Andhika terpaksa menepi setelah operasi

Bek Bali United Made Andhika Wijaya harus menepi setelah menjalani operasi untuk cedera egkel yang dialaminya mengakibatkan tumbuhnya tulang baru pada bagian pergelangan kaki kanan.

Jika sebelumnya Gunawan Dwi Cahyo, Sidik Saimima dan Kadek Agung Widnyana Putra yang menjalani operasi cedera, giliran Andhika juga memutuskan naik meja operasi.

"Andhika ada sedikit masalah di bagian tulang engkel depannya, di sana ada penumbuhan tulang sehingga terjadi tabrakan atau gesekan antar tulang," kata dokter tim Bali United, dr Ganda Putra, dalam laman Bali United, Rabu.

Jadi, kata Ganda, lebih baik operasi dengan tujuan memperbaiki tulang tersebut, sekaligus mencegah tidak ada lagi gesekan antartulang di daerah engkelnya tersebut.

Menurut dia, anak legenda Bali Made Pasek Wijaya tersebut membutuhkan sekitar 6 hingga 8 pekan bisa kembali lagi ke lapangan guna bergabung dengan rekan-rekannya usai operasi.

Baca juga: Bek Persib Daisuke Sato rindukan atmosfer kompetisi

Pilihan melakukan operasi bisa dikatakan tepat karena kompetisi belum bergulir setelah dihentikan akibat Tragedi Kanjuruhan.

Dia mengatakan Andhika telah menjalani operasi pada Sabtu (29/10) dan kemungkinan absen awal Desember jika Liga 1 kembali bergulir akhir November ini.

"Ini adalah cedera lama yang kambuh dan memang yang terbaik dilakukan operasi agar bisa lebih baik lagi di lapangan," kata Ganda.

Andhika mengatakan cedera ini dideritanya saat Piala Presiden 2019 dan sempat hilang, namun kembali kambuh karena tumbuh tulang baru.

"Akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter, memang jalan terbaik adalah melakukan operasi agar membersihkan tulang yang tumbuh di bagian pergelangan kaki kanan ini," kata pemilik nomor punggung 33 itu.

Baca juga: Nasib lanjutan Liga 1 tergantung Polri, kata Menpora