Bek Bhayangkara FC Mengisi Jeda Shopee Liga 1 2020 dengan Memelihara Cupang

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, punya kegiatan baru untuk mengisi waktu pada jeda Shopee Liga 1 2020. Jajang bersama sang istri menyibukkan diri dengan memelihara ikan cupang.

Seperti diketahui, Shopee Liga 1 2020 diputuskan untuk ditunda sampai awal 2021. Penundaan itu tentu saja memengaruhi mental para pemain Bhayangkara FC dan klub lainnya yang sudah siap kembali bertempur di kompetisi.

Selain untuk mengisi waktu jeda Shopee Liga 1 2020, kegiatan ini dilakukan Jajang dan istri untuk menghibur diri. Maklum, Jajang dan istri baru saja ditinggal pergi sang anak yang meninggal dunia pada akhir Oktober 2020.

"Kondisi lagi kurang baik. Jadi lagi mencoba berdamai dengan hati sendiri dan menenangkan istri. Mungkin kami masih berduka sampai sekarang, akan tetapi saya dan istri cari aktivitas supaya bisa tenangkan hati dan berdamai seperti melihara ikan cupang," kata Jajang seperti dikutip situs resmi klub, Jumat (6/11/2020).

"Usaha teman berjualan cupang juga dekat rumah jadi mampir. Awalnya ajak istri memelihara cupang dan akhirnya dia tergoda juga dan sudah milih-milih," ujar pemain berusia 32 tahun itu.

Kegiatan memelihara ikan cupang tak mengganggu kegiatan Jajang Mulyana di Bhayangkara FC. Saat ini, para pemain harus kembali menjalankan program latihan secara mandiri karena Bhayangkara FC sedang memberikan waktu libur.

Ambil Hikmah

Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)
Bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana, kesakitan saat melawan PSIS Semarang pada laga Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa (19/2). Akibat kejadian itu Jajang langsung dilarikan ke rumah sakit. (Bola.com/Yoppy Renato)

Jajang Mulyana tak menampik adanya kekecewaan dari para pemain Bhayangkara FC terkait penundaan Shopee Liga 1 2020. Namun, Jajang berusaha mengambil hikmah dari penundaan kompetisi sampai awal 2021.

Jajang memanfaatkan penundaan ini untuk pemulihan cedera yang dialaminya. Hal itu dilakukan agar begitu kompetisi kembali digelar dirinya sudah pulih dan siap tempur 100 persen.

"Buat saya molornya kompetisi ada keuntungannya buat recovery cedera dan persiapan tahun depan. Sembilan bulan pasca=operasi saya jalani terapi sampai dan sekarang maintance di gym biar otot gak kendur," tegas Jajang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini