Bekas Rumah Bordil di Saritem Berubah Jadi Kos-kosan

TRIBUNNEWS.COM – Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Kota Bandung, Teddy Wirakusumah mengatakan, rumah bordil yang belum dibeli Pemerintah Kota Bandung digunakan sebagai rumah kos.

"Penghuni rumah kos wanita, tapi belum terbukti ada praktik prostitusi sehingga sulit untuk menindak," ujar Teddy di kantornya, Jumat (6/9/2013).

Menurut Teddy, lokalisasi saritem sejak ditutup tahun 2007 tak lagi seramai sebelumnya. Para lelaki iseng tidak berani datang, tapi mungkin juga pesan melalui telpon dan bertemu di suatu tempat.

"Tidak menutup kemungkinan masih ada PSK di Saritem, tapi hanya panggilan, tidak praktik di Saritem," ujar Teddy.

Menurut Teddy jika terbukti ada praktik protitusi di Saritem maka yang ditindak tidak hanya PSK nya tapi pemilik rumah pun kena sanksi. "Sudah diatur sanksi dalam Perda 11 tahun 2010 tentang Ketertiban Keamanan dan Kebersihan (K3) pasal 49 bagi yang menyediakan tempat untuk berbuat asusila," ujar Teddy.

Walau belum ada bukti praktik protitusi, Satpol PP bekerjasama dengan aparat kewilayahan dan polisi untuk mengawasi kawasan Saritem agar tidak kembali menjadi kawasan protitusi. (Tribun Jabar/tsm)

Baca Juga:

Polisi Siap Bantu Pemkot Tertibkan Saritem

Belum Ada Rencana Kompolnas Selidiki Polisi Tembak Warga Saritem

Tembak Pengunjung Saritem, Briptu J Ditahan di Polrestabes Bandung

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.