Bela Palestina Dinilai Jadi Konsistensi Tujuan Pendirian NKRI

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kebrutalan Israel dalam melancarkan serangan militernya ke Palestina menuai kecaman dari dunia internasional termasuk di Tanah Air. Israel banjir kecaman karena aksi militernya ke Gaza sudah menewaskan setidaknya 200 warga Palestina.

Salah satu tokoh yang ikut mengecam kebrutalan Israel adalah Ketua DPR RI Puan Maharani. Puan juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap agar tercipta perdamaian antara Israel-Palestina.

Terkait itu, Direktur Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika menyampaikan kecaman yang diucapkan Puan sebagai bagian seruan agar Israel menghentikan serangan brutalnya kepada sipil Palestina. Apalagi saat ini masih suasana Idul Fitri dan pandemi COVID-19.

"Artinya Ibu Puan mengajak semua pihak, terutama Israel sebagai pihak agresor untuk menahan diri, tidak menambah beban rakyat Palestina yang tengah dirundung pandemi,” kata Nova, Selasa, 18 Mei 2021.

Dia menyoroti salah satu aksi Israel yang menyerang Muslim Palestina saat sedang beribadah salat Tarawaih di Masjid Al Aqsa. Menurutnya, kebrutalan tersebut wajar direspons pejuang Palestina, Hamas dengan mengirim banyak roket ke wilayah Israel. Cara Israel dianggap hanya memperpanjang konflik dengan Palestina.

"Serangan Israel kepada warga sipil Palestina itu tak lain hanya akan menambah eskalasi kekerasan yang telah lama menjadi bagian kehidupan di wilayah itu,” jelas Nova.

Dia bilang kecaman Puan dan tokoh lainnya di Tanah Air sebagai dukungan anti penindasan yang dilakukan Israel. Ia menilai Presiden RI-1 Soekarno yang merupakan kakek Puan sudah menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Menurut Nova, kecaman terhadap Israel yang diserukan Puan dinilai sebagai konsistensi terhadap tujuan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai perikemanusiaan dan keadilan.

Apalagi, kata dia, seruan Puan juga mengajak masyarakat internasional bisa berperan memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.

“Apa yang terjadi di Palestina adalah penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain. Dari Bung Karno, Ibu Puan mengetahui dengan arif hal itu sebagai exploitation de nation par nation atau penindasan satu bangsa terhadap bangsa lain," jelas Nova.

"Sejak awal, negara kita menyatakan membenci penjajahan dan menghendaki kemerdekaan dan kesetaraan setiap bangsa di dunia," ujar Nova.

Dikutip dari laporan Aljazeera, agresi militer Israel secara brutal sudah menyebabkan 212 warga Palestina yang 61 di antaranya tewas. Hingga pekan kedua, belum terlihat Israel meredakan serangan militernya.

Selain korban tewas, kebrutalan militer Israel juga menyebabkan sekitar 1.500 warga Palestina luka-luka.