Belajar 5 Hal Penting dari 'The Apprentice: ONE Championship Edition’

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Salah satu waralaba televisi non-naskah terbesar dalam sejarah "The Apprentice: ONE Championship Edition", akan segera tayang pada bulan Maret ini yang seketika membuat ranah olahraga dan hiburan penuh dengan kegembiraan.

Para penggemar menyukai acara ini karena tampilan adegan ruang rapat yang intens, kompetisi bisnis yang berapi-api, serta penggambaran akurat mengenai dunia kewirausahaan yang sangat keras.

Menurut organisasi seni bela diri yang berbasis di Singapura, ONE Championship yang baru-baru ini mengumumkan bahwa musim perdana dari acara realitas terbaru ini akan segera bisa dinikmati, ada perbedaan dengan seri klasik.

Adanya tambahan tantangan fisik, dimana 16 kandidat akan bersaing bersama dan melawan beberapa nama besar dalam seni bela diri. Trailer acara ini mengklaim sebagai versi "terberat" dari "The Apprentice".

Pengemasan acara yang secara sinematik berurutan merupakan pembelajaran besar yang dapat diambil saat Anda menonton acara ini. Berikut adalah lima hal yang bisa didapatkan dan dipelajari dari "The Apprentice: ONE Championship Edition".

Waktu Sangat Penting

The Apprentice (Istimewa)
The Apprentice (Istimewa)

"The Apprentice: ONE Championship Edition" menawarkan adegan realitas yang intens dengan drama yang tinggi, biasanya dikejar dengan batasan waktu yang telah ditentukan. Semuanya dibuat stres karena jam terus berputar.

Saat para kandidat berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tugas agar mencapai tujuan mereka, Anda dapat belajar bahwa waktu sangatlah penting dalam urusan bisnis yang berisiko tinggi. Tak hanya sekadar untuk melewatkan makan siang atau kehilangan beberapa jam tidur.

Di acara ini Anda diajarkan untuk tidak memindahkan tenggat waktu untuk pekerjaannya yang dianggap sulit karena Anda harus menyelesaikan pekerjaan bagaimana pun caranya.

Kejamnya Persaingan

The Apprentice, Paulina Indonesia (Istimewa)
The Apprentice, Paulina Indonesia (Istimewa)

Dunia bisnis tidak diragukan lagi kekejamannya. Siapa pun yang pernah bekerja di sebuah perusahaan pasti bisa membuktikan fakta atas kekejaman tersebut. Orang-orang selalu bersaing satu sama lain, berjuang untuk mencapai puncak, bahkan mengorbankan rekan kerja mereka.

“The Apprentice: ONE Championship Edition” hampir sama dalam hal ini. 16 peserta semuanya berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi juga semuanya bersaing untuk mendapatkan tawaran pekerjaan sebesar $250.000 untuk bekerja sebagai anak didik Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong di Singapura.

Pentingnya Detail, Sekecil Apapun

CEO ONE Championship Chatri Sityodtong akan memandu The Apprentice: ONE Championship Edition. (foto: istimewa)
CEO ONE Championship Chatri Sityodtong akan memandu The Apprentice: ONE Championship Edition. (foto: istimewa)

“The Apprentice” menempatkan kandidat dalam situasi yang sangat sulit, dihadapkan pada masalah yang tampaknya mustahil. Dibutuhkan kecerdasan, kemauan, dan kecerdasan bisnis yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, apalagi memenangkan tantangan.

Namun, ketika tantangan tertentu berjalan secara datar, Anda akan sering menemukan kandidat di acara itu terganggu oleh tugas-tugas sepele. Misalnya, siapa yang bisa menulis di papan tulis, atau siapa yang memindahkan kursi di rapat. Hal-hal yang tampaknya tidak terlalu penting dalam skema besar.

Meskipun sangat penting untuk mundur beberapa langkah dan menyesuaikan kembali fokus Anda pada gambaran yang lebih besar, "The Apprentice" mengajarkan kita bahwa hal-hal kecil memiliki pengaruh. Beberapa tugas, meskipun tampak kecil dan tidak penting, sebenarnya dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan lancar.Seperti yang mereka katakan, pemikiran tajam selalu berada dalam setiap detail.

Bertanggung Jawab atas Kegagalan

Salah satu juri The Apprentice: ONE Championship Edition, Patrick Grove, yang juga Co-Founder dan Group CEO Catcha Group (Foto: Doc. ONE FC)
Salah satu juri The Apprentice: ONE Championship Edition, Patrick Grove, yang juga Co-Founder dan Group CEO Catcha Group (Foto: Doc. ONE FC)

Tanggung jawab merupakan kata yang sangat besar, dan ini adalah kata yang banyak orang hindari. "The Apprentice" telah melihat banyak sekali kandidatnya sepanjang sejarah pertunjukan mencoba untuk keluar dari situasi sulit dengan menyalahkan rekan kerja atau faktor eksternal atas kesalahan mereka.

Di dunia nyata, Anda harus bertanggung jawab atas kegagalan Anda sama seperti Anda merayakan kemenangan Anda. Faktanya, para penggemar akan segera mengetahui bahwa salah satu mantra terpenting yang sering diulangi oleh Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong dalam karirnya adalah kegagalan merupakan salah satu guru terhebat dalam hidup. Anda harus bertanggung jawab atas kegagalan Anda sendiri, karena itulah artinya menjadi seorang profesional.

Komunikasi adalah Raja

One Championship The Apprentice Edition
One Championship The Apprentice Edition

Terakhir, “The Apprentice: ONE Championship Edition” menekankan pentingnya komunikasi. Seringkali, ketika tim gagal dalam sebuah tantangan, dikarenakan adanya gangguan dalam komunikasi. Komunikasi yang buruk menyebabkan berbagai masalah muncul.

Di dunia nyata, tim sukses adalah tim yang berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Perusahaan yang hebat mendorong orang untuk berkolaborasi dan bekerja sama, dan ini melibatkan komunikasi yang efektif dengan rekan kerja.

Saksikan Video Menarik Berikut