Belajar dari Kasus Aurel, Ini Sebab Usia Muda Rentan Alami Keguguran

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasangan muda Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah tengah berduka. Di kehamilan pertamanya, Aurel mengalami keguguran. Padahal, kehadiran calon buah hati tersebut sudah mereka idam-idamkan.

Wanita bernama lengkap Titania Aurelie Nurhermansyah itu memang hamil di usia yang tergolong masih muda. Di kehamilan pertamanya, usia Aurel baru menginjak 22 tahun.

Lalu, apakah ada kaitan antara usia muda dengan keguguran? Benarkah usia muda rentan mengalami keguguran? Jika ya, apa penyebabnya?

Dilansir Very Well Family, Rabu 19 Mei 2021, wanita yang hamil di usia muda memang berisiko mengalami keguguran dan komplikasi kehamilan yang lebih besar dibanding rata-rata wanita dewasa.

Hal itu karena, wanita yang hamil di usia yang sangat muda, terutama yang masih di bawah 15 tahun, belum memiliki organ reproduksi yang matang untuk mengandung janin.

Selain itu, dilihat dari kondisi psikis wanita yang hamil di usia muda, rentan mengalami stres sehingga dapat menyebabkan keguguran.

Berikut beberapa faktor risiko yang menyebabkan wanita hamil rentan mengalami keguguran.

- Usia, terutama wanita yang hamil di bawah usia 15 tahun.

- Obesitas dan terlalu kurus

- Mengidap penyakit infeksi menular seksual

- Penyalahgunaan obat, termasuk merokok dan konsumsi alkohol.

- Kurangnya perawatan prenatal.

Namun, risiko keguguran sebenarnya tidak terbatas pada wanita yang hamil di usia muda saja. Wanita yang hamil di usia tua, yaitu di atas 40 tahun, juga berisiko mengalami keguguran.

Selain itu, wanita muda dan dewasa juga berisiko lebih besar mengalami preeklamsia, yaitu suatu kondisi yang biasanya berkembang pada trimester kedua atau ketiga, yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel