Belajar dari Kasus Pembantaian Liverpool dan Manchester United

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVALiverpool dan Manchester United meraih kemenangan besar atas lawan-lawannya dalam laga pekan ke-14 Premier League 2020/2021.

Liverpool membantai Crystal Palace 7-0 di Selhurst Park Stadium, Sabtu 12 Desember 2020. Liverpool sudah unggul 3-0 di babak pertama lewat Takumi Minamino, Sadio Mane, dan Roberto Firmino.

Di babak kedua, The Reds menambah empat gol lewat Jordan Henderson, gol kedua Firmino, dan sepasang gol Mohamed Salah.

Dua hari berselang, MU melumat Leeds United 6-2 di Old Trafford, Senin dini hari WIB, 21 Desember 2020. Gol-gol kemenangan MU dicetak oleh gol cepat Scott McTominay (2', 3').

Kemudian Bruno Fernandes (20', 68'), Victor Lindelof (37'), dan Daniel James (66'). Sementara dua gol pelipur lara Leeds diciptakan oleh gol Liam Cooper (42') dan Stuart Dallas (73').

Liverpool kini nyaman di puncak klasemen dengan poin 31. Sedangkan Manchester United ada di tempat ketiga dengan poin 26. Setan Merah bisa menempati posisi kedua lantaran mereka masih menyimpan satu pertandingan.

Liverpool dan MU perlahan mulai menunjukkan keganasannya menjelang pertengahan musim. Padahal, kedua tim itu sempat mengalami kekalahan menyakitkan di awal.

Liverpool kalah dengan tragis pada pekan keempat. Mereka disorot habis-habisan usai dipecundangi Aston Villa 2-7 di Villa Park.

Melansir Opta, Liverpool adalah juara bertahan Premier League pertama yang kebobolan tujuh gol sejak Arsenal melawan Sunderland pada September 1953.

Selain itu, Liverpool kebobolan tujuh gol dalam satu pertandingan untuk pertama kalinya sejak April 1963, dalam kekalahan 2-7 dari Tottenham Hotspur.

Sedangkan MU dihantam Totteham Hotspur 1-6 di Old Trafford, Minggu 4 Oktober 2020. Kekalahan itu mencatatkan sejumlah rekor memalukan dalam sejarah tim Setan Merah.

Salah satunya adalah kebobolan enam dari Tottenham adalah hasil telak ketiga MU dalam sejarah setelah pada bulan Oktober (1996 v Southampton, 2011 v Man City, hari ini v Spurs). Mengerikan.

Selain itu MU kebobolan empat gol di paruh pertama pertandingan untuk pertama kalinya, dari pertandingan ke-1.079 mereka di Premier League saat itu. Bahkan, pada awal November saja Marcus Rashford cs masih terdampar di peringkat ke-14.

Liverpool dan MU berhasil membayar tuntas kekecewaan para suporter mereka. Kini, kedua tim menjadi salah satu kandidat juara musim ini.