Belajar dari Kegagalan Son Goku sebagai Suami

Dian Lestari Ningsih, voxpopid
·Bacaan 1 menit

VIVA

VIVA – Adalah tabiat buruk kita untuk selalu memetik hikmah di balik kegagalan orang lain. Maka, tiap kali ada selebriti terjerat prahara rumah tangga, banyak netizen yang ngetwit sok-sok bijak dengan kalimat template “dari…. kita belajar”. Percayalah, sahabat, kebiasaan itu betul-betul patut dihentikan.

Pertama, karena bisa menyinggung si empunya musibah, sekaligus membuat kita tampak tak berempati. Kedua, karena berpotensi bikin repot Kemendikbud untuk merancang kurikulum pembelajaran yang relevan tiap kali ada selebriti Ibu Kota yang terkena kasus.

Padahal, kita bisa belajar dari banyak hal yang jelas-jelas tak membuat nurani kita terkikis. Misalnya, untuk menggugat pernikahan sebagai institusi atau bagaimana sebaiknya fondasi hubungan suami-istri dibangun, kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan Son Goku sebagai suami sekaligus bapak. Ini namanya paket komplet.

Saya pun menyadari perihal Son Goku, karakter utama Dragon Ball, ketika berselancar di forum tanya-jawab Quora dan menemukan satu pertanyaan eksistensial, “Is Goku a bad father to Gohan?”

Mayoritas orang dalam forum itu sepakat, Son Goku punya teknik parenting sendiri. Tapi monmaap, setelah dipikir secara matang, menggunakan parameter bapak-bapak atau suami di Planet Bumi atau Saiya sekalipun, Son Goku masih jauh banget dari kata ideal.

Ibarat kata dalam universe itu ada akun-akun gosip, Chi-Chi sebagai istri Son Goku sekaligus ibu dari Gohan dan Goten, pasti sudah jauh-jauh hari menjadi bahan gunjingan. Atau, menjadi inspirasi penulis skrip sinetron tentang kesabaran seorang istri.

SUMBER ASLI