Belajar dari Keistimewaan Seekor Anjing

Dian Lestari Ningsih, RADENPAHIKALLFIKRI
·Bacaan 3 menit

VIVA Anjing merupakan hewan sosial sama seperti halnya manusia. Kedekatan pola perilaku anjing dengan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia. Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukka anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan.

Anjing pun dianggap mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi menurut penelitian ilmiah dan bukti-bukti lapangan. Adapun dalam agama Islam menurut sebagian pendapat anjing merupakan salah satu peliharaan yang haram dipelihara, jika tidak memiliki alasan yang memenuhi syarat dan memegangnya pun termasuk ke dalam bagian najis yang besar.

Di mana, membersihkannya harus menggunakan tanah dalam bagian basuhannya, tapi disini bukan itu yang akan dibahas, disini akan membahas sifat-sifat anjing yang kita bisa ambil hikmahnya. Bahkan bisa dijadikan bandingan untuk diri kita sendiri.

Allah swt berfirman dalam Alquran dalam surah al-Imran ayat 191 yang artinya “Ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ( sesuatu apapun ) dengan sia-sia”. maka dari itu jika kita sebagai hamba ingin mempelajari sesuatu apapun tentang ciptaannya tak akan ada sesuatu apapun dari yang Allah ciptakan kecuali didalam nya terdapat hikmah dan pelajaran yang bisa kita dapatkan.

Adapun hikmah pertama yang dapat kita ambil dari sifat-sifat anjing yaitu selalu merasakan lapar (menahan lapar). Seperti orang-orang soleh yang selalu berharap kepada Allah SWT dan tidak makan dan minum kecuali hanya sepertiga saja untuk menjadikannya kuat dalam beribadah.

Kedua yaitu tidak tidur malam kecuali hanya sebentar, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang orang yang selalu bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Rabb-Nya.

Ketiga yaitu sekian kali diusir dan dicaci maki tetap balik lagi dan tidak balas dendam. Di mana, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki niat tulus untuk meniti jalan yang benar dan tidak peduli dengan tindakan buruk sekelilingnya.

Keempat yaitu jika anjing mati tidak pernah meninggalkan warisan, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang zuhud yaitu melepaskan hati dari pengaruh dunia dan tidak sibuk dengan perkara-perkara duniawi yang menyebabkan lupa kepada Allah swt.

Kelima yaitu anjing selalu berada berdiam di tempat yang rendah tak pernah berharap di tempatkan yang mewah bahkan oleh majikannya sekalipun, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa rela terhadap pemberian Allah kepadanya dan menyerahkan semua kepada Allah, karena mengetahui bahwasanya semuanya hanyalah milik-Nya.

Keenam yaitu anjing tak akan pernah lupa kepada orang yang pernah memberinya sesuap makanan, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang hidupnya kekurangan tapi selalu yakin hanya kepada Allah lah yang maha pemberi yang senantiasa mencukupi kebutuhannya

Ketujuh yaitu jika anjing diusir dan dilempar batu, maka ia akan langsung berpindah ke tempat lain dan tidak keras kepala, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang terpuji dan selalu mengalah .

Kedelapan yaitu anjing jika diberi sesuatu selalu menerima sedikit dan banyaknya sesuatu tersebut dari siapapun yang memberinya, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang qona’ah selalu bersyukur dan menerima apa yang Allah berikan kepadanya karena yakin semua ini milik-Nya dan berperasangka baik bahwa pemberian-Nya lah yang terbaik.

Kesembilan yaitu anjing jika ( bermigrasi ) berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya tidak pernah membawa bekal apapun, ini termasuk sifat yang dimiliki oleh para orang-orang yang bertawakkal. Di mana, menyerahkan semuanya kepada Allah serta sadar bahwasanya tiada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah