Belajar dari Kisruh Black Widow, Disney Tayangkan Eternals Hanya di Bioskop

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pertikaian antara Disney dengan aktris Scarlett Johansson akibat perilisan film Black Widow di akses perdana Disney+, tampaknya mempengaruhi Disney dalam hal menangani perilisan Eternals.

Film terbaru produksi Marvel yang siap tayang pada November mendatang itu, dipastikan bakal ditayangkan perdana secara eksklusif di bioskop. Sehingga tak ada lagi para pengguna Disney+ yang bisa menontonnya melalui akses perdana.

Melansir dari Screen Rant, hal ini diketahui pada saat Disney menayangkan trailer pertama Eternals sepanjang penayangan Olimpiade Tokyo 2020. Trailer tersebut mengalami revisi teks pada bagian akhir.

Penegasan Hanya di Bioskop

Trailer perdana Eternals. (Marvel Studios)
Trailer perdana Eternals. (Marvel Studios)

Dalam rekaman yang diperlihatkan oleh akun Twitter milik Marvel Updates, pada akhir trailer Eternals, terdapat tulisan "Only In Theaters" yang artinya adalah "Hanya di Bioskop".

Seperti Teaser Trailer Spider-Man

Kalimat "Only In Theaters" sebelumnya juga sudah ditampilkan pada teaser trailer film garapan Marvel Studios lainnya yang juga tayang tahun ini, Spider-Man: No Way Home.

Namun meskipun masih di waralaba MCU (Marvel Cinematic Universe), Spider-Man merupakan film yang berada di bawah kendali Sony Pictures, bukan Disney.

Kisruh Black Widow

Poster film Black Widow. (Foto: Instagram @black.widow)
Poster film Black Widow. (Foto: Instagram @black.widow)

Sebelumnya, dikabarkan bahwa hubungan Scarlett Johansson dan Disney memburuk lantaran pemeran Black Widow di waralaba MCU (Marvel Cinematic Universe) itu baru saja menuntut studio film raksasa itu.

Tuntutan Scarlett Johansson dilakukan lantaran Disney memutar film garapan Marvel yang baru-baru ini dibintanginya, Black Widow, ke platform Disney+ bersamaan dengan waktu rilis di bioskop.

Melanggar Kontrak

Isi gugatan Scarjo (sapaan sang aktris) ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, AS, menyebutkan bahwa Disney telah melanggar kontrak dengannya atas pemutaran Black Widow yang tak eksklusif di bioskop.

"Disney dengan sengaja membuat Marvel melanggar perjanjian, tanpa pembenaran, untuk mencegah Nyonya Johansson menyadari keuntungan penuh dari persetujuannya dengan Marvel," begitu isi gugatannya, melansir dari Wall Street Journal.

Sebelum gugatan tersebut muncul, Disney sempat mengumumkan bahwa Black Widow bisa dinikmati pengguna Disney+ dengan membayar secara premium seharga US$30 atau setara Rp 433 ribu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel