Belajar dari Rumah Eps 17: Sejarah Roda dan Perkembangan Kereta Api

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pada tahun 3000 - 4000 sebelum masehi (SM), orang Mesir menggunakan gelondong kayu untuk menggeser beban. mereka melakukannya ketika membangun piramida. Lalu pada tahun 3500 – 3000SM, bangsa Simeria menggunakan kereta kuda untuk membawa sebuah barang.

Lalu di tahun 2000SM, bangsa Mesir sudah menggunakan roda dengan 6 jeruji pada sebuah kereta tarik. Pada tahun 1839, seorang pemiliki toko alat-alat pertanian yang bernama Charles Goodyear, mencoba membuat pelapis roda dengan karet. Itulah perjalanan roda dari zaman dahulu.

Tahukah kamu sepeda pertama kali dibuat pada tahun 1800. rangka dibuat dari kayu dan tidak memiliki alat pengayuh. Seseorang yang ingin menjalankannya harus mengayuh dengan kaki.

Kereta dahulu dan kereta sekarang

Dalam sejarah, rel kereta api pertama di indonesia dibangun pada tanggal 17 Juni 1864 di Desa Kemijen, Jawa Tengah. Rel ini mengambil rute solo – Yogyakarta dengan panjang 24 Km dan lebar jalur 1.435 MM. Kereta saat itu menggunakan lokomotif uap.

Tiga tahun setelah itu, dibangun stasiun kereta api pertama, yaitu stasiun Semarang Gudang. Pada 1876 atau 9 tahun kemudian, pembangunan jalur kereta di pulau Sumatera dimulai. Lalu pada tahun 1922, atau 46 tahun kemudia, pembangunan jalur kereta di Sulawesi baru dimulai.

Semakin majunya zaman, kereta api mengalami perubahan agar leih modern dan memudahkan manusia.

Kemendikbud.
Kemendikbud.

Di tahun 1925, Lokomotif listrik masuk ke Indonesia tepatnya di Jakarta dan merintis layanan kereta rel listrik komuter atau yang dikenal sebagai KRL. Di tahun 1953, lokomotif diesel masuk ke Indonesia. 10 Tahun kemudian, Lokomotif diesel hidrolik masuk ke Indonesia.

Lokomotirf ini bermesin diesel dan umumnya menggunakan bahan bakar mesin dari solar. Pada perkembangannya, lokomotif diesel berkembang menjadi 2 jenis. Pertama Lokomotif diesel masuk ke Indonesia dan lokomotif diesel elektrik yang masuk ke Indonesia 3 tahun kemudian.

Pada 2000, sistem kereta api nasional mengalami kemajuan karena masuknya sistem komputerisasi. Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 6 ribu km rel kereta api. Namun sepertiga rel tersebut sudah tidak beroperasi.

Lebar sepur di masa sekarang juga ada dua jenis, pertama 1435 MM dan kedua 1067 MM. Indonesia memiliki 540 Stasiun dan lebih 340 lokomotif.

(*)