Belajar dari Rumah Pakai Kuota Gratis, Anak Mulai Mandiri

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Belajar Online.
Ilustrasi Belajar Online.

Liputan6.com, Jakarta Selama empat bulan atau pada September sampai Desember 2020, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan dana sebesar Rp7,2 triliun untuk penyaluran kuota gratis, guna melancarkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan.

Dengan adanya bantuan kuota gratis ini, ternyata bukan hanya berdampak pada para siswa. Tapi juga orangtua yang ikut mengawasi anak selama di rumah.

"Adanya kuota tambahan ini, saya pribadi sebagai orangtua selain senang juga merasa sangat terbantu sekali," ujar Ida, salah satu orangtua dari siswa di SMK N 71 Pulo Jahe, Jakarta Timur, saat dihubungi tim Liputan6, Kamis (5/11).

Menurut Ida, sejak adanya bantuan kuota gratis ini, Syarah, anaknya bisa mendapatkan ilmu dari aplikasi belajar online lainnya.

"Saya lihat anak saya bisa mengelola pelajaran sendiri dengan baik. Dia bisa men-download materi dari aplikasi belajar online," katanya.

Terkait adanya bantuan kuota gratis ini, Ida ternyata menaruh harapan pada Pemerintah. "Saya berharap, selama pandemi ini, kuota tambahan ini jangan diputus karena ini sangat berarti banget buat saat ini," ungkapnya.

Untuk diketahui, bantuan kuota internet gratis ini diberikan kepada empat kelompok.

1. Peserta didik jenjang PAUD mendapat kuota internet gratis sebesar 20 gigabyte (GB) per bulan. Kuota tersebut terbagi menjadi 5 GB untuk kuota umum dan 15 GB kuota belajar.

2. Peserta didik jenjang dasar hingga menengah mendapat kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan. Kuota tersebut terbagi menjadi 5 GB untuk kuota umum dan 30 GB kuota belajar.

3. Tenaga pendidik jenjang PAUD, dasar, dan menengah mendapat kuota internet gratis sebesar 42 GB per bulan. Kuota tersebut terbagi menjadi 5 GB untuk kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

4. Mahasiswa dan dosen akan mendapat kuota internet gratis sebesar 50 GB per bulan. Kuota tersebut terbagi menjadi 5 GB untuk kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Bantuan paket kuota internet itu diberikan selama 4 bulan, mulai dari September hingga Desember 2020.

(*)