Belajar Pegang Kamera Cara Mieke Suharini

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 3 menit

VIVA - Apa itu fotografi? Pertanyaan ini mengusik saya saat pertama kalinya bertemu dan berkenalan langsung dengan Mieke, seorang fotografer wanita yang cukup handal dan eksis di bidangnya.

Mieke — atau lengkapnya Dr. Mieke Suharini, S.Pd, M.Si — seorang dosen di IISIP (Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik) di LA (Lenteng Agung), Jakarta Selatan.

Selain mahir mengutak-atik kamera, Mieke juga menekuni senam. Gak tanggung-tanggung: bak pemain sirkus. Menggantung di tiang lalu badan berputar-putar. Foto dan video senamnya, bisa diulik di akun Mieke Suharini.

Karena itu, jika dilihat dari disiplin ilmunya sih, ya tidak ada kaitannya dengan fotografer, atau pakar politik minimal kader partai misalnya. Tapi ia justru sangat handal memotret berbagai obyek, memakai sejumlah merk kamera.

Si ibu dosen ini mengatakan bahwa sebelum kita belajar fotografi, hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu apa arti dari kata tersebut. Photos artinya Cahaya, sedangkan Graphys adalah Melukis, jadi Fotograpi adalah “melukis dengan bantuan cahaya”.

Dalam sebuah pelatihan fotografi yang pernah saya ikuti, trainer idola mbak Mieke memaparkan di balik rahasia kameranya. Ini sudah saya ulas panjang lebar di blog saya : https://www.nurterbit.com seperti resumenya di bawah ini:

Teknik menggunakan kamera DSLR

Menurut Mieke, ada 3 jenis kamera yang sering digunakan oleh kalangan profesional maupun kaum amatiran yaitu:

Kamera Compact Pocket (Kamera Saku) yaitu kamera yang berukuran kecil dan diperuntukkan bagi semua kalangan, bahkan untuk yang tidak mengerti tentang fotography sekalipun. Bentuknya praktis dan mudah dibawa kemana-mana.

Kamera Mirrorless yaitu kamera yang tidak memiliki cermin dan jendela bidik optik. Gambar bisa dibuat menciut, tapi tetap mempertahankan kualitas tangkapan gambar dan lensa bisa diganti-ganti.

Kamera SDLR (Digital Single Lens Reflex) yaitu kamera sistem digital, tapi kalau kamera SLR yaitu kamera yang masih menggunakan sistem manual. Kamera SLR atau refleks lensa tunggal adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur. Lensa bisa diganti-ganti dan ukurannya besar dan berat. Tapi sekarang ini lensanya sudah ada yang kecil dan tidak berat lagi.

Sementara itu, ada 3 hal penting yang harus dikuasai oleh seorang fotografer yaitu :

Aperture atau Diafragma yaitu celah yang terdapat di dalam lensa yang dapat diatur besar kecilnya untuk mengatur sedikit banyaknya cahaya. Semakin besar diafragma semakin banyak cahaya yang menyinari film/ sensor. Sebaliknya semakin kecil diafragma semakin sedikit cahaya yang menyinari film/ sensor. Diafragma pada lensa kamera biasanya diberi kode F atau kode angka.

Shutterr Speed yaitu waktu yang dibutuhkan oleh jendela rana untuk membuka atau menutup kembali yang menentukan lamanya proses pembakaran/ eksposing film. Dapat juga mempengaruhi efek gerak objek yang terekam dan juga dapat mempengaruhi pencahayaan yang sempurna, mengontrol blur dan efek yang manarik. Biasanya diberi kode 1 atau angka detik.

ISO adalah ukuran tingkat kesensitifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO semakin sensitif sensor terhadap cahaya. ISO rendah artinya lebih sedikit cahaya yang diserap sensor kamera. Sebaliknya ISO rendah menghasilkan foto lebih gelap tapi jernih dan minim nois (bintik).

"ISO tinggi menghasilkan foto lebih terang tapi lebih nois. Cara menyiasati adalah dengan menaikkan ISO, membuka diafragma sebesar mungkin," kata Mieke.

Atau, menggunakan penyangga kamera atau tripod, meja atau yang lainnya dan menggunakan flash atau blitz (Nur Terbit).