Belajar Sains Secara Virtual Tentang Gunung Berapi Bareng Education New Zealand

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Indonesia dan New Zealand memiliki berbagai kesamaan, salah satunya memiliki banyak gunung berapi. Sebab itu, penting untuk mengetahui dan mempelajarinya.

Hal itu diungkap Dr. Sriparna Saha, pembimbing lokakarya yang digelar Education New Zealand (ENZ) dan jaringan sekolah Cikal lewat School Influencer Workshop untuk guru-guru sains di Indonesia. Dr Sriparna Saha, yang merupakan kandidat PhD jurusan GeoEducation di University of Canterbury, New Zealand, berbagi pengetahuan tentang alat-alat digital untuk membangun ruang kelas dan kurikulum sains yang lebih efektif.

“Menggunakan teknologi dan peralatan digital untuk mengajar dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa, khususnya ketika mereka belajar tentang topik-topik menarik seperti gunung berapi. Saya merasa terhormat dapat membawa sebagian pengalaman saya dalam menggunakan peralatan digital dalam pekerjaan saya pada para guru yang akan mengikuti lokakarya,” papar Dr. Saha.

Menyusul erupsi gunung berapi di Indonesia baru-baru ini, banyak orang mengkhawatirkan kurangnya pemahaman terhadap gunung berapi di seluruh negeri yang berpotensi dapat mencegah kerusakan bagi masyarakat. Lokakarya ini dirancang untuk memperbaiki pengajaran tentang gunung berapi dan tanda-tanda peringatan dini bagi kelompok yang lebih luas melalui pendidikan.

Lokakarya ini merupakan yang terbaru dari serial School Influencer Workshop dari ENZ yang bermula pada 2017. Rangkaian lokakarya ini menggaris bawahi tujuan ENZ yaitu diplomasi pengetahuan, berbagi keahlian, kursus, dan keterampilan yang dimiliki New Zealand untuk ditawarkan pada masyarakat internasional.

Pembelajaran Virtual adalah Sebuah Jalan Hidup

Education New Zealand (ENZ) dan jaringan sekolah Cikal menggelar School Influencer Workshop untuk guru-guru sains di Indonesia
Education New Zealand (ENZ) dan jaringan sekolah Cikal menggelar School Influencer Workshop untuk guru-guru sains di Indonesia

Direktur Regional Asia ENZ, Ben Burrowes, berkata bahwa lokakarya ini menegaskan komitmen New Zealand untuk berbagi informasi dan pengetahuan dengan lebih banyak pemerintah, sekolah, dan masyarakat di seluruh dunia.

Ujarnya, “Menggabungkan aspek digital dalam mengajar menjadi sangat penting di tahun-tahun belakangan ini, khususnya dengan pembelajaran virtual yang kini hampir menjadi sebuah jalan hidup. Mengeksplorasi dan menggunakan sumber daya digital terbaik yang tersedia yang bermanfaat bagi para siswa kami dan siswa di seluruh dunia merupakan fokus ENZ dan kami senang dapat berbagi sebagian dari pengalaman University of Canterbury di dalamnya melalui School Influencer Workshop yang akan datang.

“Kami berharap bahwa para guru yang berpartisipasi akan termotivasi untuk memperkenalkan cara-cara mengajar yang baru yang dapat memuaskan rasa ingin tahu para siswa dalam sains terkait gunung berapi,” tambahnya.

Menurut Indri Savitri, Wakil Kepala Bagian Kurikulum Jaringan Sekolah CIKAL, “Melalui pengetahuan yang akan didapat para guru kami dari School Influencer Workshop, mereka akan mampu merancang kurikulum untuk para siswa kami yang tak hanya bermakna namun juga menyenangkan. Ini sesuai dengan komitmen kami untuk mengimplementasikan kurikulum kami yang terpersonalisasi dan berbasis-digital untuk mengembangkan potensi setiap siswa. Kami mengapresiasi kolaborasi bersama ENZ ini dan menantikan adanya lebih banyak kemitraan untuk meningkatkan keterampilan para guru kami.”

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel